Berita Tarakan Terkini
Terkendala Anggaran Operasional, Pemkot Tarakan Belum Bisa Maksimalkan Pemeliharaan Rusunawa
Sejumlah ruang atau unit di rumah susun dan sewa (Rusunawa) di kelurahan Pamusian perlu dilakukan pemeliharaan.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Sejumlah ruang atau unit di rumah susun dan sewa (Rusunawa) di Kelurahan Pamusian perlu dilakukan pemeliharaan.
Ini dibeberkan Hj Sahidah, Kepala UPT Rusunawa dan Rusus Kota Tarakan.
Ia mengakui, salah satu faktor rusunawa saat ini belum diisi penuh oleh penghuni karena ada beberapa unit yang perlu dibenahi.
Di antaranya ditemukan kebocoran dan kerusakan dan ini berkaitan dengan pemeliharaan.
“Kita di sini pemberlakuannya, rusunawa dan rusus ini. Dikenakan uang jaminan ,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Tarakan Bangun Pasar Sementara di Area Rusunawa untuk Korban Kebakaran Pasar Lingkas Batu
Baca juga: Korban Kebakaran Pasar Lingkas Batu Tarakan Gratis Tinggal di Rusunawa, Warga Masih Pikir-pikir
Baca juga: Gempa Bumi di Tarakan, Warga Pesisir Lari Keluar Rumah Hingga Penghuni Rusunawa Heboh
Dia melanjutkan, terkait pembayaran ada dua jenis jika ada yang berminat tinggal di rusunawa. Pertama menyiapkan uang jaminan dan kedua menyiapkan uang sewa.
Jaminannya untuk rusunawa per lantai yang dipatok berbeda besarannya. Begitu juga untuk uang sewa.
Khusus rusunawa di lantai satu dan lantai dua dipatok Rp 500 ribu. Kemudian di lantai tiga Rp 475 ribu mengacu ke Perwali yang lama, Perwali Nomor 16 tahun 2015.
Ia menambahkan, belum ada kenaikan. Untuk uang jaminan karena per lantai untuk sewa nominalnya berbeda maka menyesuaikan dengan nominal per lantai yang dikenakan.
“Misalnya lantai dua uang sewa Rp 500 ribu. Kemudian kalau diambil bayar di muka maka Rp 1,5 juta uang jaminannya,” sebutnya.
Baca juga: Pemkab Bulungan Belum Pastikan Rusunawa Jalan Sengkawit Jadi Lokasi Karantina Pasien Covid-19
Hanya saja biasanya mereka membayar di sewa awal bersama uang jaminan. Misalnya membayar uang jaminan Rp 1,5 juta dan sisanya membayar uang sewa untuk satu bulan di awal Rp 500 ribu.
Uang jaminan ini lanjutnya akan dikembalikan jika nanti sudah setahun tinggal di rusunawa.
“Kalau mau pindah kami kembalikan uang jaminannya sepanjang tidak ada tunggakan. Kalau ada tunggakan misalnya air belum bayar maka dipotong,” bebernya.
Saat ini tercatat ada 198 unit yang disediakan. Dan yang sudah terisi atau menghuni di rusunawa saat ini ada 80 unit.
“Masih jauh jumlahnya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, memang untuk rusunawa saat ini tidak ditunjang dengan biaya operasional APBD Pemkot Tarakan.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Varian Delta, Bupati Bulungan Siapkan Tambahan 100 Kasur di Rusunawa