Berita Kubar Terkini
Bupati Kubar FX Yapan Minta Camat dan Lurah Hingga Petinggi Kampung Aktifkan Kembali Gotong Royong
Curah hujan yang sulit diprediksi akhir-akhir ini sering melanda wilayah Kabupaten Kutai Barat
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR - Curah hujan yang sulit diprediksi akhir-akhir ini sering melanda wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Selain mengakibatkan air sungai mahakam meluap dan merendam sejumlah perkampungan warga, hujan deras tersebut juga memicu terjadinya banjir yang menggenangi ruas jalan raya di kawasan pusat Ibukota Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok.
Banjir yang sering terjadi di pusat ibukota Sendawar itu disebut-sebut lantaran kondisi drinase aliran air tidak berfungsi secara maksimal karena banyak yang tersumbat.
Upaya perbaikan drinase pun juga sudah sering kali dilakukan oleh pemerintah, namun perawatannya terkesan hanya dibebankan kepada pemerintah saja.
Menyikapi hal itu, Bupati Kutai Barat FX Yapan, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kutai Barat agar dapat memperhatikan lingkungannya masing-masing serta drainase depan rumah mereka, agar tidak dibiarkan dipenuhi sampah yang kemudian membuat drinase menjadi tersumbat.
Baca juga: Perwakilan Menko Perekonomian Serahkan Penghargaan TPID Awards ke Wawali Samarinda dan Wabup Kubar
Baca juga: Kanwil Kemenag Kaltim Lantik dan Rotasi 7 Penghulu Muda Kubar
Baca juga: Tim Penyusun dari Kominfo Audiensi di Kubar, Pemkab Minta Prioritas Penambahan BTS
“Ayo masyarakat bersama-sama kita pelihara dan jaga kebersihan lingkungan, terutama drainasenya yang sudah disediakan jangan sampai tersumbat dikarenakan sampah yang tidak dibersihkan,” ajak FX Yapan, Jumat (10/9).
Menurutnya kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat untuk dapat berperan aktif, agar terhidar dari banjir dan upaya tersebut juga turut membantu pemerintah dalam menangani sampah dan kebersihan dilingkungannya masing-masing.
“Rumput harus dibersihkan, sampah harus dibuang pada tempatnya, ini perlu kesadaran masyarakat membantu terutama melihara kebersihan didepan rumahnya, agar tidak terjadi genangan air banjir, jangan tunggu upaya dari pemerintah,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan seluruh Camat dan Lurah, RT hingga Petinggi Kampung agar saling bersinergi menghidupkan kembali gotong royong bersih-bersih lingkungan.
Baca juga: Jadwal Penilaian Kelayakan Sekolah di Kubar dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
"Apabila bisa bersinergi terpadu maka permasalahan banjir dapat ditangani bersama, dan kepada Camat, Lurah atau Petinggi atau RT agar dapat memperhatikan wilayah dan masyarakatnya.
Pesan moral saya kepada masyarakat dan Pemerintah Kecamatan dan Kampung agar dapat turut handir dan mau membersihkan lingkungannya, mari terus mengalakkan gotong royong,” pungkasnya. (*)