Berita Tarakan Terkini
Kasus Satu Paket Vaksin Berbayar Didalami Polres Tarakan, Diduga tak Hanya Sekali Terjadi
Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap saksi masih terus dilakukan pihak Satreskrim Polres Tarakan
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap saksi masih terus dilakukan pihak Satreskrim Polres Tarakan.
Dikatakan Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi, total sudah ada tujuh orang yang dilakukan pemeriksaan terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) oknum PNS, di salah satu instansi vertikal pusat yang ada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
“Saksi yang sudah diperiksa sekitar ada tujuh orang dalam hal ini. Kemudian satu orang pelaku sudah dilakukan pemeriksaan juga,” beber IPTU Muhammad Aldi kepada TribunKaltim.co pada Jumat (10/9/2021).
Adapun selain dari saksi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap rekan kerja dari pelaku.
Baca juga: Kodim 0907/Tarakan Giat Vaksinasi Covid-19, Demi Kejar Capaian Herd Immunity
Baca juga: Terkendala Anggaran Operasional, Pemkot Tarakan Belum Bisa Maksimalkan Pemeliharaan Rusunawa
Baca juga: Kapolres Tarakan Tegaskan Vaksinasi Covid-19 Gratis, Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tertipu
Sebelumnya diberitakan, korban harus membayar sejumlah uang untuk satu paket yang disediakan pelaku.
Satu paket dimaksud, yakni harga untuk vaksinasi, hasil swab test PCR dan juga tiket pesawat.
Ia melanjutkan, pihaknya akan mengembangkan mengapa bisa muncul juga pengurusan swab test PCR. Pihaknya masih fokus perihal OTT saat ini.
“Nanti kita kembangkan yang lain,” jelasnya.
Untuk ke RS Pertamina dimana sebagai lokasi tempat korban menjalankan swab test PCR, dan instansi tempat pelaku bekerja lanjutnya pihaknya juga akan segera berkoordinasi.
Baca juga: PCR di Tarakan Dikeluhkan, Walikota Khairul: Mudah-mudahan Hari Sabtu Sudah Tiba
“Kami juga akan melangkahkan ke sana. Hanya saat ini yang sudah dilangkahkan berkaitan dengan yang sudah dilakukan OTT tersebut," tuturnya.
"Jadi saat OTT, siapa-siapa OTT di situ, mereka yang kami periksa. Untuk ke RS Pertamina nanti akan kami langkahkan ke sana,” jelasnya.
Pihaknya melanjutkan untuk kegiatan dan modus yang dijalaninya belum bisa disebutkan sudah berapa lama dijalani pelaku.
Karena berkaitan dengan hal tersebut masih didalami pihaknya.
“Tapi ada dugaan ini sudah terjadi berkali-kali. Sasarannya masyarakat yang ingin berangkat mengingat salah satu persyaratan perjalanan adalah surat vaksin,” pungkasnya. (*)