Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

KPAI Ikut Kawal Proses Hukum Kasus Pencabulan Oknum Dosen di Balikpapan

Proses hukum terhadap pelaku kekerasan seksual yang dilakukan oknum dosen berinisial AL (44) terhadap pelajar SMP terus bergulir

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Komisioner KPAI, Putu Elvina mengatakan, perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan, sehingga proses hukum dinilai perlu mendapat pengawalan.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Putu Elvina 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Proses hukum terhadap pelaku kekerasan seksual yang dilakukan oknum dosen berinisial AL (44) terhadap pelajar SMP terus bergulir.

Pihak kepolisian menyatakan ancamannya lewat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 7 hingga 15 tahun penjara.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sendiri menegaskan, akan mengawal kasus tersebut hingga tersangka AL menerima ganjarannya.

Komisioner KPAI, Putu Elvina mengatakan,  perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan, sehingga proses hukum dinilai perlu mendapat pengawalan.

"Proses hukumnya kita sama-sama kawal agar pelaku mendapatkan hukuman yang maksimal," ujar Putu melalui panggilan seluler, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Dosen di Balikpapan yang Terlibat Dugaan Tindak Asusila pada Siswi SMP Akan Jalani Tes Kejiwaan

Baca juga: Kasus Asusila Oknum Dosen di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud: Lebih Bagus Kalau Dihukum Kebiri

Baca juga: Kasus Asusila Oknum Dosen di Balikpapan Dinilai Gawat, LKBH Uniba Desak LPSK Ambil Peran

Dengan demikian , Putu menekankan, agar pelaku mendapat hukuman setimpal serta memberi rasa keadilan terhadap korban.

Disamping itu, ia mengatakan, dengan memberikan hukuman yang maksimal, turut menjadi pembelajaran terhadap masyarakat secara umum.

Tak bukan demi tidak ada kasus-kasus serupa yang muncul di kemudian hari.

Baca juga: IMBAS Video Asusila 41 Detik Siswa SMA di Balikpapan Viral, Guru dapat Sanksi Pemeran Pindah Sekolah

"Mudah-mudahan ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa melakukan kejahatan terhadap anak itu pidananya besar," imbuh Putu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved