Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Peredaran Sabu 1,2 Kilogram Kembali Menyeret Narapidana Lapas Bontang

Badan Narkotika Nasional Kota atau BNNK Bontang kembali mengungkap peredaran narkoba jenis sabu pada pengujung Agustus lalu.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Pemusnahan 1,2 Kilogram sabu yang dilakukan BNNK bersama pejabat Forkopimda dan WaliKota Bontang Basri Rase.┬áTRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Badan Narkotika Nasional Kota atau BNNK Bontang kembali mengungkap peredaran narkoba jenis sabu pada pengujung Agustus lalu.

Dalam pengungkapan kasus itu, BNNK berhasil mengamankan sabu sebarat 1,2 kilo dari tangan pelaku HRS, disalah satu Perum Pesona Bukit Sintuk Regency, Belimbing, Bontang Barat.

Sabu yang seharga Rp 1 miliar yang ditemukan dalam bentuk paketan itu pun kini telah dimusnahkan secara resmi oleh petugas yang didampingi Forkopimda Kota Bontang, di Gedung Pendopo Rujab Wali Kota, pada Selasa (14/9/2021) kemarin.

"BNNK temukan 6 poket sabu dengan masing-masing berat poketan yang berbeda-beda. Sabu itu sudah dimusnakan," ungkap Agustinus Widdy Harsono, Kepala BNNK Bontang dalam pers rilisnya, Rabu (15/9/2021).

Diceritakan Widdy, usai penangkapan pada Selasa 24 Agustus lalu, BNNK pun melakukan pengembangan dengan memburu jaringan narkoba HRS.

Baca juga: Ditetapkan Kelurahan Bersinar, Ini Tiga Wilayah di Bontang yang Punya Kasus Narkoba Tertinggi

Baca juga: Jadi Bandar Sabu, Nelayan di Tanjung Laut Indah Diciduk Aparat Polres Bontang

Baca juga: Polisi Temukan Sabu 1,88 Gram di Kamarnya, Warga Berbas Pantai Bontang Diringkus

Dari pengakuan HRS, sabu yang gagal edar itu didapat dari Tarakan, Kalimantan Utara.

Selain itu, HRS juga mengaku bekerjasama dengan SDR yang merupakan narapidana Lapas Kelas IIA Bontang.

Mengetahui itu, BNNK pun langsung melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Bontang untuk mengamankan SDR.

Walhasil, SDR yang merupakan tahan narkoba itu berhasil diamankan dengan barang bukti berupa, satu unit Handphone dan Simcard yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk mempermudah mengontrol peredaran narkoba bersama SDR.

"Sudah diamankan dengan barang bukti Hp yang digunakan komunikasi dengan SDR," terangnya.

Baca juga: Polres Kutim Gagalkan Peredaran Gelap Barang Haram Seberat 4 Kg, Rencana Diantar ke Bontang

Dari hasil interogasi HRS dan SDR, diketahui barang haram itu didapatkan dari Tarakan, Kaltara. Kemudian barang itu didistribusikan melalui jalur darat ke Kutai Timur, sebelum tiba ke Bontang.

Dalam kasus ini, petugas BNNK juga berhasil mengantongi nama LG yang ditetapkan sebagai  DPO (Daftar Pencarian Orang) BNNK.

Sejauh ini dan BNNK Bontang telah melakukan koordinasi dengan BNNK Tarakan dan BNNP Kaltara agar dilakukan pengembangan penyelidikan terhadap jaringan kasus ini di wilayah Kaltara.

Sementara, Kepala Lapas Bontang, Ronny Widiyatmoko ihwal kejadian ini mengaku belum bisa memberikan tanggapan.

"Siang ini dijadwalkan pertemuan untuk memberikan keterangan kepada wartawan," bebernya melalui pesan singkat WhatsApp. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved