Banjir di Samarinda
Korem 091/ASN Berperan dalam Penanggulangan Banjir di Samarinda
Wujud keharmonisan TNI, pemerintah, dan masyarakat di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
"Ya, tentunya yang merasakan langsung, lingkungan masyarakat kota samarinda sendiri, memang ada tanggung jawab karya bhakti bersama, sedikit yang diperbuat oleh Korem tetapi paling tidak nanti akan ada dampak dari masyarakat terutama di pinggiran Sungai Karang Mumus," ujarnya.
Baca juga: Korem 091/ASN Ajak Prajurit TNI Berbagi di Tengah Pandemi, Lewati Jalur Menantang Jangkau Perbatasan
"Kemarin Pak Wawali menyampaikan bahwa masyarakat sudah merasakan dampak (positif) dari kegiatan kita," sambung pria yang pernah berdinas di Kodam IV/ Mulawarman ini.
Terkait peranan prajurit TNI di wilayah masing-masing Koramil, sepekan terakhir ini juga ikut ambil peran bersama unsur Polri, Kecamatan, Kelurahan dan relawan agar masyarakat yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi di Kota Tepian terbantu.
"Kami sudah ada prosedur tetap semacam SOP, ketika ada bencana mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir maupun terkena bencana lain, dan sudah dilakukan Koramil bersama unsur terkait, yang terdepan para Babinsa," jelas Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro.
"Baik itu membawa bantuan-bantuan yang sudah diterima, atau perbuatan lainnya yang sifatnya membantu saat terjadi kebencanaan," sambungnya.
Baca juga: Silaturahmi Korem 091/ASN Tetap Terjaga dengan Insan Pers Samarinda Saat Pandemi Covid-19
Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro juga mengapresiasi relawan yang juga turun ketika permasalahan banjir ini terjadi.
Para relawan turun berdasarkan kemanusiaan, dan ikut membantu peranan pemerinah dan TNI-Polri. "Kita hormat (pada para relawan), begitu ada permasalahan langsung ikut membantu," tutupnya.
Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso saat ditemui usai komunikasi sosial bersama pihak Korem 091/ASN, saat diwawancara juga sempat memaparkan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) dibeberapa kawasan Kota Tepian yang menjadi konsen pihaknya untuk menanggulangi permasalahan tahunan ini.
Banjir di Samarinda yang terjadi, ungkap mantan Sekdaprov Kaltim ini akan dilakukan pembenahan dengan pendekatan melihat DAS, disebutkannya program ini ialah pengendalian banjir berbasis DAS.
"Daerah DAS kan masih banyak, tadi saya menyinggung Benanga dan Sungai Karang Mumus, kemudian DAS Karang Asam besar dan kecil, termasuk Loa Janan serta Palaran, tentu kita akan benahi," terangnya.
Wawali Rusmadi Wongso juga sempat mengatakan pemanfaatan kembali lahan sungai mati, masih ada masalah sosial yang terjadi, bertanya terkait progres, dia mengungkapkan bahwa hal ini sudah rampung.
Bahkan rencana pengendalian banjir ini akan digarap dan ditargetkan selesai sebelum tahun 2022.
Untuk penyelesaian masalah sosial didahului dengan pengadaan tanah dan ini sudah selesai, kita sudah punya, dan sekarang proses pembebasan.
"Anggarannya juga kita siapkan, dan ditargetkan selesai sebelum tahun 2021 berakhir, karena kan dianggarkan di APBD," tutup Wawali Rusmadi Wongso. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/komunikasi-sosial-aula-wira.jpg)