Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Lagi, Puluhan Ekor Babi Ternak di Kubar Mati Mendadak, Distan Lakukan Uji Sampel hingga ke Kalsel

Puluhan ekor hewan ternak berupa babi milik warga di beberapa kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat, mendadak mati.

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Ilustrasi puluhan ekor hewan babi ternak di Kutai Barat mendadak mati. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Puluhan ekor hewan ternak berupa babi milik warga di beberapa kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat, mendadak mati.

Kasus Kematian babi ternak kali ini masih terjadi di Kampung Dempar dan Kampung Sembulan, Kecamatan Nyuatan.

Sebelumnya, puluhan babi ternak milik warga di Kampung Sakaq Lotok, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kutai Barat beberapa waktu lalu juga mendadak mati, kemudian kasus serupa menyebar di beberapa kandang hewan ternak babi milik warga lainnya. 

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pertanian (Distan) telah melakukan pengambilan sampel babi ternak yang mati tersebut beberapa waktu lalu untuk dilakukan uji laboratorium di Samarinda, namun hingga kini hasilnya belum keluar.

Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kutai Barat, Sapriansyah mengatakan sambil menunggu hasil uji laboratorium di Samarinda saat ini, pihaknya juga melakukan tinjauan pemeriksaan di lapangan.

Baca juga: Antisipasi Virus ASF Babi, Distan Kubar Terjunkan Tim ke Bumi Tanaa Purai Ngeriman

Baca juga: Diduga Terjangkit Virus, Belasan Hewan Babi Ternak di Kutai Barat Mendadak Mati

Baca juga: Waspada Virus Serang Ternak di Malinau, Kenali Gejala Penyakit ASF pada Babi dan Cara Pencegahannya

"Ya jadi itu (hewan ternak yang mati) kita masih tunggu hasil uji Lab di Samarinda ya," ujar Supriansyah, Jumat (17/9/2021).

Dia menjelaskan pihaknya juga telah melakukan pengambilan beberapa sampel (organ dalam) hewan ternak babi yang mati kali ini untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan di laboratorium yang ada di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

"Sedangkan organ-organ lainnya kita kirim ke Banjar Baru, Kalsel, untuk pengujiannya karena itu memerlukan waktu hingga 3 sampai 4 minggu hasilnya keluar. Nanti hasilnya keluar akan ketahuan penyebab matinya itu apa," jelasnya.

Setidaknya sekitar 50 ekor babi ternak milik warga di Kampung Dempar dan Sembuan Kecamatan Nyuatan ditemukan mati mendadak.

Sementara itu, beberapa peternak babi menyebutkan penyebab kematian babi ternak secara dadakan itu diduga terserang virus. 

"Nah kita belum tahu juga ya mas apa penyebabnya, mungkin kena Virus Corona juga kali, ya," ujar Eheng, salah satu peternak babi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved