Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Siswa SMP di Kutai Barat Ikut Simulasi ANBK

Untuk mengevaluasi dan memetakan mutu pendidikan bagi tiap satuan pendidikan, maka setiap sekolah wajib melaksanakan assesment nasional berbasis

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Sejumlah siswa mengerjakan soal saat mengikuti simulasi ANBK di SMP Negeri 02 Barong Tongkok, Selasa (14/9/2021) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Untuk mengevaluasi dan memetakan mutu pendidikan bagi tiap satuan pendidikan, maka setiap sekolah wajib melaksanakan assesment nasional berbasis komputer (ANBK).

Oleh sebab itu, SMPN 02 Barong Tongkok melaksanakan simulasi ANBK yang diikuti oleh siswa kelas IX, Selasa (14/9/2021) lalu.

Lebih lanjut dalam peninjauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas oleh Sekretaris Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Ayonius, S.Pd., M.M. didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Silvanus Ngampun, S.IP., M.Si. mengatakan, assesment terdiri dari assesment nasional dinilai sebagai langkah tepat untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Kubar.

Termasuk kondisi pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: PKK Muara Tae Buka Dapur Umum, Memasak dan Menyuplai Makanan untuk Warga Terdampak Banjir

Kadisdik menambahkan, ANBK sangat berbeda dengan ujian nasional.

Pemerintah pusat tidak lagi melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik.

"Jadi AN ini berfungsi untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran," ucap Kadisdik.

Lebih lanjut Silvanus Ngampun memaparkan, ANBK sebagai evaluasi sistem tidak memiliki konsekuensi pada peserta.

Selain itu, pemetaan dan umpan balik bagi satuan dan DinaPendidikan (tidak ada skor individu murid, guru, dan kepala sekolah.

ANBK juga bisa memperbaiki proses pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan.

Baca juga: Kubar Harus Memulai Gerakan Pembayaran Nontunai

Selain itu, nantinya diharapkan ANBK bisa memberikan gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter siswa.

ANBK bukanlah ujian, tambahnya, melainkan dilakukan sebagai dasar untuk mendapatkan informasi konkret terhadap kualitas pendidikan, baik di level sekolah maupun kabupaten, kota, dan provinsi.

"Dengan AN (ANBK), kita dapat mempersiapkan perencanaan pendidikan yang lebih baik berdasarkan hasil yang didapatkan nanti. Baik sekolah, pemda, maupun pemerintah pusat, bersinergi mendorong percepatan kualitas SDM unggul di masa yang akan datang melalui AN," jelas Ngampun.

"(Mengenai kualitas belajar) Hal ini mencakup ciri pengajaran yang baik, refleksi guru, kepemimpinan kepala sekolah sampai program sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif," pungkas Ngampun. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved