Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

TP PKK Sekolaq Darat Juara Festival Pangan Lokal

Tim Penggerak (TP) PKK Sekolaq Darat meraih juara I lomba Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Barat

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat bersama Wakil Ketua III, Kresensia Rikam mengikuti kegiatan Penutupan Festival Pangan Lokal B2SA Tingkat Kabupaten Kutai Barat Tahun 2021 secara daring. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tim Penggerak (TP) PKK Sekolaq Darat meraih juara I lomba Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2021.

Pengumuman pemenang disampaikan secara virtual, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Bupati-Wabup Kubar Ikuti Pembekalan dari Kemendagri, Khusus Kepemimpinan Kepala Daerah Terpilih

Juara II diraih TP PKK Kecamatan Melak, juara III Nyuatan, juara Harapan I Muara Pahu, Harapan II Damai, dan Harapan III Siluq Ngurai.

Sedangkan kategori terlezat diraih oleh TP PKK Kecamatan Long Iram, menu kreatif oleh TP PKK Kecamatan Barong Tongkok, menu berimbang diraih oleh TP PKK Kecamatan Sekolaq Darat, dan kategori beragam diraih oleh Kecamatan Nyuatan.

Lomba ini berlangsung di Gedung Serbaguna TP PKK, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (16/9/2021) lalu.

Lomba diikuti 8 kecamatan yaitu Kecamatan Muara Pahu, Melak, Barong Tongkok, Long Iram, Damai, Nyuatan, Sekolaq Darat dan Siluq Ngurai.

Baca juga: PKK Muara Tae Buka Dapur Umum, Memasak dan Menyuplai Makanan untuk Warga Terdampak Banjir

Perlombaan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Ketua TP PKK Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan,S.ST dan Kresensia Rikam,S.Pd, Dinas Ketahanan Pangan Ir.Rina Giptalina, M.Si, Dinas Kesehatan Rahmayani John, SKM.,M.Kes, dan Ketua Persatuan Ahli Gizi Kubar Stephanus Liah,A.Md.Gz.

Terdapat masukan dari beberapa dewan juri dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya dari Ketua TP PKK Kubar sekaligus Ketua Dewan Juri, Yayuk Seri Rahayu Yapan yang mengatakan bahwa pada umumnya para peserta sudah cukup baik.

Namun ada yang harus dibenahi terutama unsur gizi, keseimbangan rasa, cara mengolah, aspek kebersihan, dan keamanan untuk dikonsumsi.

Baca juga: Siswa SMP di Kutai Barat Ikut Simulasi ANBK

Selanjutnya Dinas Kesehatan Rahmayani John menilai dari segi keamanan menyampaikan, seluruh peserta sudah memahami bahaya menggunakkan zat adiktif.

Namun saat pengolahan masih menggunakkan telenan yang sama, yang mana Ini sangat berbahaya untuk kesehatan. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved