Berita Berau Terkini
Disnakertrans Berau Berharap Dukungan Swasta Beri Pelatihan Lebih Ditingkatkan
Peningkatan kualitas dan kapasitas keahlian jadi fokus yang saat ini ingin ditingkatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB– Peningkatan kualitas dan kapasitas keahlian jadi fokus yang saat ini ingin ditingkatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau.
Pihaknya juga berharap dengan adanya, sinerg dengan swasta terus berlangsung di Berau.
Secara berkala program pemerintah daerah telah berjalan. Yakni dengan menggelar pelatihan-pelatihan kepada warga untuk memberikan kemampuan lain sebagai bekal berwirausaha maupun melamar pekerjaan.
Seperti pelatihan operator komputer, kursus menjahit, pelatihan di bidang otomotif, juga perbaikan AC.
“Kalau pemerintah sudah berjalan selama ini, tapi memang anggaran kami terbatas. jadi kadang pelatihan yang kami buat kuotanya juga terbatas antara 20-30 orang,” ujar Kepala Disnakertrans Berau Junaidi, Minggu (3/10/2021).
Baca juga: Bantu Program Pemerintah, PMI Berau Bekerjasama Dinkes Gelar Vaksinasi di Pulau Derawan
Baca juga: Bupati Berau Sri Juniarsih tak Mau Ambil Risiko untuk Beri Izin Kegiatan Keramaian
Baca juga: Pengangkatan Bukan Dari BKPP Berau, OPD Dianggap Terlalu Banyak Memiliki PTT
Terbatasnya anggaran yang dimiliki Disnakertrans ternyata tidak sebanding tingginya permintaan warga untuk diberi pelatihan. Inilah yang membuat Disnakertrans berharap keterlibatan swasta.
Dikatakan Junaidi, selama ini pihak swasta di Berau cukup sering memberikan pelatihan. Tetapi hanya terfokus pada satu bidang saja, yakni operator dan sejenisnya.
Ia berharap ada sektor lain yang bisa ditingkatkan. Salah satunya keterampilan menjahit maupun bidang lainnya.
“Kalau laki-laki di sekitar tambang mungkin banyak yang sudah kerja di tambang. Tapi ibu-ibu juga perlu diberikan keterampilan misalnya pelatihan menjahit. Ini juga bisa jadi persiapan untuk pasca tambang,” bebernya.
Bukan hanya ibu-ibu, bisa saja para generasi muda yang baru menyelesaikan sekolah dan belum terakomodir di dunia pertambangan. Keterampilan servis AC juga bisa diberikan.
Dengan sinergi pemerintah dan swasta, tentu akan banyak manfaatnya.
Baca juga: Tahun 2020 Sektor Pariwisata Berau Raup PAD Rp 23 M, Kadisbudpar Targetkan Naik Tahun Ini
Satu di antaranya akan mengubah pola pikir masyarakat untuk bisa berwirausaha. Terutama bagi masyarakat yang tidak bisa masuk pada industri pertambangan atau perkebunan.
Apalagi, kalau pihak penyelenggara pelatihan bisa memberikan bantuan peralatan setelah proses pelatihan rampung.
“Misal pelatihan menjahit setelah selesai peserta dapat mesin jahit, atau pelatihan perbaikan AC setelah selesai dapat peralatan. Pasti akan banyak yang tertarik,” ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-disnakertrans-berau-junaidioo.jpg)