Berita Kaltim Terkini

Dinas ESDM Kaltim Minta Perusahaan Komitmen Jaga Lingkungan Pasca Tambang Batubara

Meskipun kondisi pandemi Covid-19, pendapatan sektor tambang di Kalimantan Timur tidak bergeming

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kadis ESDM C. Benny dalam Webinar bersama Tribun Kaltim, Rabu (6/10/2021) sore.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Meskipun kondisi pandemi Covid-19, pendapatan sektor tambang di Kalimantan Timur tidak bergeming.

Ini terlihat dari neraca pendapatan sektor tambang batubara semester 1 tahun 2021.

Kadis ESDM Kaltim C. Benny dalam kegiatan Webinar bersama Tribun Kaltim Rabu (6/10/2021) mengatakan, Kaltim menerima pendapatan sektor tambang sebesar Rp 11,6 triliun pada semester 1 tahun 2021.

Nilai tersebut hampir mendekati angka tertinggi pendapatan batubara selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2017 Kaltim menerima pendapatan sektor tambang sebesar Rp 17 triliun.

Meskipun begitu Benny mengatakan ada beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh perusahaan yang masih beroperasi di Kaltim.

Baca juga: Karena Alasan UU Omnibus Law, Satpol PP Kaltim Sulit Razia Kendaraan Angkutan Batubara dan Sawit

Baca juga: Jatam Kaltim Sebut Empat Perusahaan Batubara Raksasa yang Masuk Daftar Hitam

Baca juga: Aktivitas Tambang Batubara Ilegal Kian Subur di Samarinda, Satu Titik Lagi Ditemukan

Salah satunya bentuk tanggung jawab lingkungan usai melakukan aktifitas tambang.

"Perusahaan harus berkomitmen terhadap aturan yang berlaku Khususnya lingkungan. Keterlibatan masyarakat terkait pengawasan lingkungan tambang," ucap Benny.

Sementara itu berdasarkan UU minerba nomor 3 tahun 2020 dimana semua bentuk pengawasan dan tanggung diserahkan ke kementerian ESDM harus dilaksanakan.

Maka dari itu, ia meminta agar pihak Kementerian ESDM bersama bertindak aktif terhadap aktifitas tambang di Kaltim.

Apalagi dengan maraknya tambang ilegal di Kaltim yang semakin merusak lingkungan. Berdasarkan hal tersebut ia mengimbau kepada masyarakat untuk melapor adanya dugaan aktifitas tambang ilegal ke aparat hukum.

Sehingga aktifitas tambang ilegal yang dapat merusak lingkungan dapat diminimalisir.

Baca juga: Lahan MHU di Desa Margahayu Kukar Digarap Oknum, Ambil Batubara secara Ilegal Gunakan Excavator

"Bertujuan menjaga stabilitas minerba mengharapkan aparat hukum bertindak tegas terkait ilegal mining itu mutlak tindak pidana yang bisa dilaporkan ke pihak hukum," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan kegiatan Webinar masih berlangsung. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved