Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Terkuak Oknum Pengasuh Lembaga Pendidikan di Balikpapan Utara Berbuat tak Senonoh pada Muridnya

Perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Balikpapan. Kali ini melibatkan pengasuh dari sebuh lembaga pendidikan di kawasan

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi korban pencabulan, Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Balikpapan. Kali ini melibatkan pengasuh dari sebuh lembaga pendidikan di kawasan Balikpapan Utara.

Salah satu orangtua korban memberikan keterangan kepada awak media saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Ayah korban, sebut saja R, mengatakan, perbuatan asusila turut dialami putrinya saat menimba ilmu di sebuah lembaga pendidikan di wilayah Balikpapan Utara

"Kalau anak saya dipegang bagian sensitif wanita, yang lain ada yang lebih parah," ujar R melalui panggilan seluler, Kamis (7/10/2021).

R membeberkan, perbuatan tak menyenangkan tersebut menimpa putrinya saat tengah memasak di dapur atas permintaan pelaku.

Baca juga: Sering Kabur dari Rumah, Bocah 8 Tahun yang Telantar di Samarinda Dijemput TRC PPA Kaltim

Baca juga: Korban Banjir Samarinda Bisa Berobat Gratis di TRC PPA Korwil Kaltim, Dokter Terjun Sukarela

Baca juga: Indra, Bocah 8 Tahun yang Ditelantarkan, Akhirnya Dititipkan TRC PPA Kaltim ke Panti Asuhan

Ketika sedang memasak telur, lanjut R, pelaku kemudian menggerayangi bagian sensitif putrinya.

"Pertama kali tahu, ada korban pada malam hari ngaku jadi korban perbuatan tak senonoh pelaku. Ada 9 orang yang mengaku sama pada orangtuanya," ungkap R.

Mendapatkan informasi itu kemudian para orangtua/ wali mencoba mengonfirmasi kepada oknum pengasuh lembaga pendidikan tersebut.

Oknum pengasuh yang ditemui para orangtua/wali tersebut mengakui perbuatannya. Namun, kata R, ia meminta agar para orangtua tidak perlu membesar-besarkan masalah.

Pasca kejadian itu oknum pengasuh lembaga pendidikan tersebut memutuskan mengundurkan diri dengan alasan difitnah.

Baca juga: Berhasil Laksanakan PUG, Pemkab Kukar Dapat Penghargaan di Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak

"Dia mengumpulkan anak- anak mengaku difitnah. Kami kaget, fitnah apa kan dia sudah mengakui sendiri perbuatannya lalu dia mengundurkan diri," tandas R geram.

Langkah berikutnya, ia bersama orangtua korban lainnya sedang berkonsultasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak atau UPTD PPA Kota Balikpapan.

"Sekarang pelaku sudah keluar dari Yayasan. Upaya yang dilakukan korban lain sedang berkonsultasi ke UPTD PPA untuk konsultasi. Anaknya dikonseling dulu," tukas Rustam. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved