Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Kajari Jaja Raharja Beber Urgensi Pengadaan Rutan dan Lapas di Malinau

Belum tersedianya fasilitas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
Kepala Kejaksaan Negeri Malinau, Jaja Raharja sat ditemui di Kantor Kejaksaaan Negeri Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Belum tersedianya fasilitas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, merupakan persoalan yang telah menjadi pembahasan sejak tahun 2016.

Dikutip dari laman Tribunnews.com pada tahun 2016 silam, persoalan tersebut sempat mencuat dikarenakan jumlah tahanan yang dititipkan di ruang tahanan Mapolres Malinau berpotensi membludak.

Kepala Kejaksaan Negeri Malinau, Jaja Raharja mengatakan selama ini persoalan tersebut memang menjadi perhatian pihaknya.

Utamanya terkait fasilitas berupa penitipan tahanan yang selama ini masih mengandalkan ruang tahanan Polres Malinau.

Baca juga: Rasio Terkonfirmasi Covid-19 di Malinau Fluktuatif, Angka Pasien Dirawat Menurun

Baca juga: BUNTUT Penganiayaan Muhammad Kece Propam Akan Gelar Perkara Dugaan Kelalaian Petugas Rutan Bareskrim

Baca juga: Ikuti Peringatan HDKD Kemenkumham, Rutan Tanah Grogot Siap Tingkatkan Pelayanan

“Biasanya kendalanya pada saat penitipan tahanan pada tahap penuntutan dan persidangan. Karena belum ada Rutan di Malinau, akhirnya kembali kita titipkan di Polres,” ujarnya pada Sabtu (9/10/2021).

Menurutnya, keselamatan jiwa seperti halnya kesehatan tahanan merupakan hal yang paling diprioritaskan.

Terlebih untuk kondisi pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Karena belum tersedia fasilitas tersebut, tahanan yang sedang dalam tahapan proses hukum, tersangka atau terdakwa, sementara dititipkan di ruang tahanan Mapolres Malinau.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama di Malinau Capai 51%, Pemkab Salurkan Vaksin Sasar Murid SMA

Biasanya, setelah memperoleh putusan berkuatan hukum tetap (Inkrah), terpidana akan diserahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di wilayah Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Karena tahanan yang sedang berproses ini menjadi tanggung jawab pihaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved