Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Gubernur Isran Noor Beber Tambang tak Bertahan Lama Lagi, Saatnya Andalkan UMKM

Sumber daya alam menjadi salah satu komoditas utama bagi daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Gubernur Kaltim, Isran Noor tanggapi soal Kalimantan Timur mengandalkan ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak terbarukan pada Rabu (13/10/2021). TRIBUNKALTIM CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sumber daya alam menjadi salah satu komoditas utama bagi daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Bagaimana tidak, sektor Migas dan batubara menjadi penunjang pendapatan negara bahkan Kaltim itu sendiri.

Sebanyak 85 persen dari total PNBP Minerba berasal dari batu bara, dan pada 2020 capaian ini mencapai 110,15 persen dari target yang ditetapkan.

Sepanjang 2020, jumlah PNBP yang diterima senilai Rp 34,6 triliun melebihi target yang ditetapkan senilai Rp 31,41 triliun.

Baca juga: Gubernur Kaltim Minta Pemda Ubah ke Energi Terbarukan, Isran Noor: Jangan Merasa Enak

Baca juga: Warga Tolak Tambang Batu Bara Ilegal di Desa Sumber Sari Kutai Kartanegara, Sempat Hentikan 3 Truk

Baca juga: Manfaatkan Limbah Pabrik Kelapa Sawit, DSNG akan Bangun 6 Pabrik BIO CNG Untuk Energi Terbarukan

Dengan jumlah ini artinya produsen batu bara menyumbangkan sekitar Rp 29,41 triliun dari total BNPB yang diterima.

Sementara itu, Kalimantan Timur (Kaltim) menyumbang batubara yang cukup tinggi.

Sebesar Rp 11,6 triliun dihasilkan hasil batubara yang dikeruk dari perut Kaltim.

Meskipun begitu tidak selamanya sektor pertambangan tetap eksis.

Baca juga: Gernas BBI Go Borneo 2021 Resmi Diluncurkan, Dukung 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital pada 2024

Sumber daya yang tidak dapat diperbaharui itu lambat laun akan habis jika digarap terus menerus.

Untuk itu, Gubernur Isran Noor mengatakan perlu adanya perubahan peralihan dari sumber energi bumi ke energi terbarukan pada Rabu (13/10/2021).

Salah satunya mengembangkan bisnis UMKM yang ada di Kalimantan Timur.

Apalagi di tengah zaman modernisasi ini peran pasar digital berpotensi sangat besar saat ini.

Baca juga: BREAKING NEWS Warga Desa Long Bentuq Kutim Tolak Angkutan Batubara dan Sawit

"Menurut saya semua daerah, tidak hanya Kaltim, harus bisa mengandalkan UMKM,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved