Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Polres Bontang Panggil Saksi Dugaan Kekerasan Oknum Dosen Terhadap Mahasiswa Unijaya

Polres Bontang kini mendalami kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum dosen ke Mahasiswa Universitas Trunajaya, pada (28/9) lalu.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
AKP Suyono, Kabag Humas Polres Bontang saat ditemui di ruang kerjanya.┬áTRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Polres Bontang kini mendalami kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum dosen ke Mahasiswa Universitas Trunajaya, pada (28/9) lalu.

Ketua Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunajaya Yusril Ihza Mahendra sebagai pelapor mengaku telah diminta keterangan oleh pihak kepolisian.

Saat pihak BEM masih menunggu hasil perkembangan dari hasil pemeriksaan dari Polres Bontang.

Informasi terakhir dihimpun pihaknya, terlapor telah dipanggil oleh Polres Bontang untuk diminta keterangan.

"Proses hukum terus berlanjut, dengar kabar kalau pihak terlapor sudah dipanggil. Tapi belum tahu perkembangan lanjutanya," kata Yusril melalui pesan singkat, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Puluhan Dosen Unijaya Bontang Tagih Pelunasan Gaji, Totalnya Rp 1,5 Miliar

Baca juga: Soal Pembubaran Demo Mahasiswa Unijaya Bontang, Rektor Bilher: Cuma Spanduk yang Dipukul

Baca juga: Rektor Unijaya Bontang Siap Ikuti Proses Hukum Atas Laporan Mahasiswa ke Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Bontang AKP Suyono mengaku jika saat ini polisi masih tahap pemanggilan saksi-saksi.

"Kami sudah panggil mahasiswa dan dosen yang berada saat kejadian," ucap Suyono saat ditemui di Makopolres Bontang,.

Selain itu, video yang sebelumnya viral dengan memperlihatkan tindak refresif oknum dosen saat demonstrasi telah diamankan sebagai bukti.

Ditegaskan AKP Suyono, polisi masih belum memanggil oknum dosen lantaran harus memeriksa saksi-saksi lebih dulu.

"Masih proses pemeriksaan saksi, kalau dilihat dari video yang beredar memang kejadian tersebut memiliki unsur penganiayaan. Tetapi belum bisa disimpulkan sebelum semua saksi diperiksa," terangnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Dekan FE Unijaya Bontang Bubarkan Mahasiswa yang Demo Pakai Gagang Sapu

Sesuai dengan kebijakan Polri yang baru, penyelesaian kasui seperti ini tentunya harus bisa diselesaikan secara damai. Tatapi kalau memang tidak bisa, maka proses hukum harus tetap berjalan.

"Kita masih tunggu dulu hasil penyelidikan, apakah benar atau tidak dan melanggar hukum atau tidak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved