Virus Corona di Nunukan
Cara Mencegah Covid-19 Kluster Pendidikan SD di Nunukan
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara akan segera digelar
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara akan segera digelar.
Situasi pandemi Covid-19 telah lama mendera Kabupaten Nunukan, hampir satu tahun lebih. Pola belajar sempat dibuat via online.
Kini akan dibuat konsep pembelajaran tatap muka, karena itu perlu ada langkah tepat agar tidak salah dan menimbulkan wabah Covid-19 klaster pendidikan.
Hal ini disampaikan oleh Guru Kelas sekaligus Wali Kelas I, SDN 002 Nunukan, Amelia yang siap akan melangsungkan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Nunukan.
Baca juga: Jadwal Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Nunukan, Sekolah Persiapkan Prokes
Baca juga: Kasus Sembuh Covid-19 di Nunukan Capai 95 Persen, Bupati Asmin Laura Ingatkan Warga Tak Euforia Dulu
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Indonesia, Kasus Positif Covid-19 Ada 747 Penambahan
Demi mencegah kluster pendidikan, Amelia menuturkan, pihaknya akan melakukan sterilisasi berupa penyemprotan cairan disenfektan pada waktu istirahat pergantian shift.
"Kami harap, kalau anak diberikan bisa sarapan dari rumah, karena sudah tidak ada istirahat nanti. Kantin sekolah tidak dibuka," tuturnya.
Amelia menjelaskan, per kelas akan ditempati mulai 10-15 anak. Sementara itu, jumlah peserta didik SDN 002 Nunukan sebanyak 700-san.
"Satu kelas kan 30 siswa. Pengawas kemarin minta 5 anak setiap sesi. Tapi kami konfirmasi ke bidang studi, ternyata sulit atur kalau tabrakan bidang studi. Jadi kami buat dua sesi, yakni Pagi dan Siang," ungkapnya.
Baca juga: Refocusing Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Nunukan Naik Jadi Rp 80 M
Dia berharap pembelajaran tatap muka terbatas yang bakal dimulai esok, dapat berjalan lancar. Selain itu, Amelia berharap pandemi Covid-19 di Nunukan segera berakhir.
Mudah-mudahan kasus Covid-19 segera berakhir, karena belajar lewat secara daring kurang maksimal.
"Kami siapkan masker juga bagi anak yang lupa bawa masker," imbuhnya.
Amelia mengungkapkan, tak sedikit siswa di tempat dia yang mengikuti orang tuanya mabettang selama pembelajaran via Daring.
"Banyak juga siswa kami yang ikut orang tuanya mabettang. Ada juga bekebun. Kalau mabettang hampir setiap hari," ungkapnya.
Baca juga: PPKM di Nunukan Turun ke Level III, Bupati Asmin Laura Ingatkan Penguatan 3T
"Jadi, sempat saya nanya ke orang tua, kenapa kirim tugas anak malam-malam, jawabnya pergi mabettang, cari uang beli pulsa," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sdn-002-nunukan-covid.jpg)