Wawancara Eksklusif
EKSKLUSIF - Rahmad Masud Digadang Maju Pilgub Kaltim, Andi Arif Agung Mengaku Peluangnya Terbuka
Partai Golkar Balikpapan sedang merumuskan dan memformulasikan isu-isu yang terbaik untuk menjadi bahan jualan ke depan menjelang Pemilu 2024.
TRIBUNKALTIM.CO - Partai Golkar Balikpapan sedang merumuskan dan memformulasikan isu-isu yang terbaik untuk menjadi bahan jualan ke depan menjelang Pemilu 2024 nantinya.
Selain itu, partai Golkar juga terbuka bagi tokoh-tokoh atau kader baru. Di Partai Golkar banyak orang yang mau masuk.
“Kami terbuka untuk siapapun, tokoh masyarakat contohnya. Dan animo ini bisa kita rasakan ketika banyak relawan yang bergabung dengan Golkar,” ungkap Andi Arif Agung, Ketua Harian Partai Golkar Balikpapan, dalam Talkshow Tribun Kaltim Series bertema “Strategi Jitu Sang Pemenang” pada 5 Oktober 2021 lalu.
“Bahkan kita masukkan kemarin dalam Bacaleg 200 persen dalam satu dapil sampai tembus 300 persen. Ini menunjukkan tokoh-tokoh yang berpotensi yang bisa berjuang bersama Partai Golkar,” katanya.
Berikut petikan wawancara eksklusif Editor Tribun Kaltim, Januar Alamijaya bersama Andi Arif Agung.
Apakah Golkar berlaku sistem mahar, seperti misal menyetorkan uang ke partai untuk bisa maju?
Untuk apa mereka menyerahkan mahar ke kita? Karena pada akhirnya mereka berjuang pun butuh anggaran atau dana, selain itu ada biaya operasional yang dibutuhkan caleg-caleg kita.
Kita gak mungkin membebani hal tersebut kepada caleg-caleg kita. Biaya untuk mereka dapat bertanding dalam kontestasi politik pemilu legislatif ini saja tidak murah, bayangkan untuk mengumpulkan masyarakat saja konsumsinya saja berapa, begitu kan.
Tidak mungkinlah kita membebankan kepada bacaleg.
Artinya partai hanya mewadahi mereka untuk maju begitu ya?
Ya, untuk masuk menjadi Bacaleg partai Golkar juga bukan perkara yang mudah, ada beberapa tolak ukur seperti yang tadi saya sampaikan.
Makanya yang di awal ini kita buat menginventarisir sebanyak minimal 200 persen tadi itu. Bahkan di beberapa Dapil ada yang mencapai 300 persen.
Nah dari situ kan kita dapat melihat bacaleg yang 200 persen tadi elektabilitasnya di masyarakat seperti apa.
Di 2018 kan calon yang diusung Partai Golkar gagal tampil sebagai pemenang, apa Golkar punya koreksi tersendiri menghadapi pilkada Kaltim 2024 nanti?
Pastilah. Jadi memang Golkar ini kan memang partai yang “Bertanding saja dulu!” begitu nanti persoalan apakah menang atau tidak juga akan tetap dilakukan evaluasi, andai kata menang, perolehan suaranya juga akan dievaluasi.