Kamis, 23 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

SKK Migas Beber TKDN Hulu Migas jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) saat ini masih menjadi primadona khususnya di Kalimantan Timur

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
HO/SKK MIGAS
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjadi narasumber Forum Kapasitas Nasional 2021. Ia menyebut sektor migas tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung. Bahkan industri hulu migas turut berperan berperan dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya. 

Selain itu, industri tenaga kerja senilai USD442,76 juta dengan TKDN sebesar 86 persen. Kemudian industri perhotelan USD129.88 juta dengan TKDN 92 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, mengatakan pemerintah telah menyusun berbagai langkah dan upaya untuk pencapaian visi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030.

Baca juga: PHKT dan SKK Migas Beri Bantuan untuk Insan Pers, Visnu: Bersama Media Kita Besarkan Dunia Migas

“Visi tersebut memerlukan peran dan kerja sama semua pihak. Target ini akan mendorong penciptaan multiplier effect di berbagai sektor industri serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Tutuka dari siaran pers SKK migas yang diterima Tribunkaltim.co Jumat siang.

Terkait TKDN, Tutuka mengatakan saat ini terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN).

Buku tersebut merupakan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.

Pihaknya terus mengupayakan peningkatan kemampuan produsen dalam negeri. Salah satunya melalui kolaborasi dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan. Termasuk memastikan produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi, mutu dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.

“Dengan dukungan semua pihak maka diharapkan produk dalam negeri penunjang usaha hulu migas akan semakin berkualitas, harga yang kompetitif, dan penyelesaian yang tepat waktu,” tegas Tutuka Ariadji.

Menyadarinya pentingnya isu TKDN dalam perekonomian nasional, SKK Migas dan KKKS berinisiatif menggelar Forum Kapasitas Nasional 2021 pada 21 sampai 22 Oktober 2021.

Baca juga: SKK Migas Kalimantan Sulawesi Sumbang 12 Persen Produksi Migas Nasional 2020

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari bentuk dukungan terhadap salah satu pilar utama dalam program IOG Transformation SKK Migas menuju tercapainya 1 juta barel minyak dengan capaian TKDN yang optimal.

“TKDN adalah target serius yang kita soroti karena mempunyai potensi yang besar,” tegas Dwi.

Dengan adanya forum tersebut, efek berganda pada skala perekonomian nasional diharapkan dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

Forum ini juga akan menampilkan industri binaan hulu migas, dan peningkatan awareness seluruh KKKS serta perusahaan demi memaksimalkan penggunaan produk barang/jasa dalam negeri. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved