Ekonomi dan Bisnis
SKK Migas Beber TKDN Hulu Migas jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) saat ini masih menjadi primadona khususnya di Kalimantan Timur
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) saat ini masih menjadi primadona khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri.
Bahkan industri migas saat ini masih menjadi lokomotif perekomian nasional.
Kondisi tersebut baik kontribusinya pada penerimaan negara maupun dalam menciptakan multiplier effect (efek berganda) pada pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.
Bahkan penerimaan negara mengalami pertumbuhan yang luar biasa menyusul naiknya harga minyak dan efisiensi dalam operasi migas.
Baca juga: PHKT dan SKK Migas Beri Bantuan Insan Pers Kota Balikpapan, Bentuk Kependulian di Masa Pandemi
Baca juga: SKK Migas dan KKKS Sebut Efek Migas di Hulu Berdampak Efek Ganda di Kaltim
Baca juga: Produksi Migas PHM Melampaui Target, SKK Migas Kunker dan Tinjau Vaksinasi di Wilayah Operasi
Pada bulan September, tercatat realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar.
Hal tersebut mencapai 131 persen pencapaian melebihi target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.
Berdasarkan nilai tersebut, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan sektor migas tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung.
Bahkan industri hulu migas turut berperan berperan dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya.
Baca juga: SKK Migas Serahkan 60 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Kaltim, Bantu RS yang Merawat Pasien Covid-19
Seperti penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi lokal.
Terkait dengan pengembangan industri nasional, SKK Migas telah berhasil mencapai angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58 persen pada pembelanjaan barang/jasa hulu migas per September 2021.
Capaian ini di atas target yang ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada tahun 2024.
“Total pengadaan barang dan jasa per 30 September 2021 mencapai USD2,6 miliar dengan komitmen TKDN sebesar 58 persen,” ujar Dwi Soetjipto Jumat (22/10/2021).
Dwi menambahkan, nilai kontribusi industri migas bagi sejumlah industri lain pada tahun 2020-2021 mencapai USD7,126 miliar.
Baca juga: Mengenal Sosok Iwan Ratman, Sepak Terjangnya pada Kasus Korupsi SKK Migas di Era Rudi Rubiandini
Industri-industri ini mendapatkan efek berganda karena tetap beroperasinya sektor hulu migas di saat pandemi Covid-19.
Salah satunya industri transportasi yang mencatat nilai USD 470 juta dengan TKDN sebesar 78 persen.
Selain itu, industri tenaga kerja senilai USD442,76 juta dengan TKDN sebesar 86 persen. Kemudian industri perhotelan USD129.88 juta dengan TKDN 92 persen.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, mengatakan pemerintah telah menyusun berbagai langkah dan upaya untuk pencapaian visi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030.
Baca juga: PHKT dan SKK Migas Beri Bantuan untuk Insan Pers, Visnu: Bersama Media Kita Besarkan Dunia Migas
“Visi tersebut memerlukan peran dan kerja sama semua pihak. Target ini akan mendorong penciptaan multiplier effect di berbagai sektor industri serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Tutuka dari siaran pers SKK migas yang diterima Tribunkaltim.co Jumat siang.
Terkait TKDN, Tutuka mengatakan saat ini terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN).
Buku tersebut merupakan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.
Pihaknya terus mengupayakan peningkatan kemampuan produsen dalam negeri. Salah satunya melalui kolaborasi dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan. Termasuk memastikan produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi, mutu dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.
“Dengan dukungan semua pihak maka diharapkan produk dalam negeri penunjang usaha hulu migas akan semakin berkualitas, harga yang kompetitif, dan penyelesaian yang tepat waktu,” tegas Tutuka Ariadji.
Menyadarinya pentingnya isu TKDN dalam perekonomian nasional, SKK Migas dan KKKS berinisiatif menggelar Forum Kapasitas Nasional 2021 pada 21 sampai 22 Oktober 2021.
Baca juga: SKK Migas Kalimantan Sulawesi Sumbang 12 Persen Produksi Migas Nasional 2020
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari bentuk dukungan terhadap salah satu pilar utama dalam program IOG Transformation SKK Migas menuju tercapainya 1 juta barel minyak dengan capaian TKDN yang optimal.
“TKDN adalah target serius yang kita soroti karena mempunyai potensi yang besar,” tegas Dwi.
Dengan adanya forum tersebut, efek berganda pada skala perekonomian nasional diharapkan dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan.
Forum ini juga akan menampilkan industri binaan hulu migas, dan peningkatan awareness seluruh KKKS serta perusahaan demi memaksimalkan penggunaan produk barang/jasa dalam negeri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menggerakan-ekonomi-nasional.jpg)