Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Pemkab Kukar Kebut Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat, Sisa 14 Desa Belum Teraliri Listrik 24 Jam

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus rampungkan kebutuhan dasar masyarakat di beberapa wilayah yang belum 24 jam teraliri listrik

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Pemenuhan kebutuhan dasar listrik di wilayah Kukar, Kaltim, terus dikebut pemerintah kabupaten, Edi Damansyah berharap ekonomi kerakyatan seperti berjualan terus berjalan. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus rampungkan kebutuhan dasar masyarakat di beberapa wilayah yang belum 24 jam teraliri listrik.

Program terang kampungku dan air bersih desa terus dikebut untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.  Diketahui masih ada beberapa wilayah yang mendapatkan penerangan hanya 12 jam di malam hari. 

Bupati Kukar Edi Damansyah, mengatakan bahwa program terang kampungku yang masuk dalam visi misi Kukar Idaman, saat ini terus digalakkan, dan hanya menyisakan 14 desa yang belum teraliri listrik 24 jam.

Diungkapkannya, hal itu akan dituntaskan secara bertahap. Karena merupakan layanan dasar dan hak masyarakat, oleh sebab itu harus dipenuhi dengan baik. 

Penerangan yang digunakandalam program ini yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan dikelola oleh PLN. Serta jaringan PLN yang bekerjsama dengan PT REA Kaltim, yang sudah berhasil mengelola limbah menjadi energi. 

Baca juga: PLN Sebut Listrik PLTA Kayan akan Topang Ibu Kota Negara di Penajam Kalimantan Timur

Baca juga: PLN Berikan Perhatian kepada Pemkab Kubar, Realisasikan Program Menyalakan Listrik Bagi Desa

Baca juga: CARA Dapatkan Diskon Subsidi Listrik PLN, Cek Pembayaran Tagihan Listrik Online Pakai Aplikasi Ini

"Kalau penyediaan energinya itu, sebetulnya sudah disampaikan kepada kami melalui teman-teman PLN, dan itu mencukupi. Karena dorongan bersama, kerja sama pemerintah kukar dengan PLN, desa yang tadinya teraliri 12 jam, meningkat menjadi 24 jam," terangnya, Senin (25/10/2021) hari ini.

Seperti saat Edi Damansyah berkunjung memeriksa progres program terang kampungku di Kecamatan Tabang. 

Saat melihat langsung, dia pun bersyukur karena dampaknya sangat berarti bagi warga sekitar.  Dicontohkannya seperti para pelaku usaha yang berjualan es batu disiang hari.  Banyak warung yang berjualan, kesulitan untuk mencari es batu. 

"Satu contoh seperti pedagang es batu, kalau sudah teraliri 24 jam harapannya juga dengan berjalan ketersediaan energi listrik ini, aktivitas yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan terus berjalan," kata Edi Damansyah.

Ditambahkannya di beberapa desa yang masuk kategori remote area atau kawasan yang tidak bisa terjangkau oleh fasilitas PLN.  Itu juga jadi fokus kedepan, guna memberikan elektrifikasi berupa pembangunan listrik tenaga surya.

Baca juga: Hari Listrik Nasional ke-76, PLN Luncurkan Promo Super Dasyat Tambah Daya Hanya Rp 202.100

Pernah dilakukan di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, menggunakan listrik komunal. 

Ada beberapa desa yang telah mengusulkan, Edi Damansyah menjelaskan bahwa kebanyakan dari warga desa memilih tenaga surya atau listrik komunal, karena dinilai pembiayaan operasionalnya lebih murah.

"Jadi refleksi itu sudah kita lakukan di Sungai Banjar. Di desa Sepatin, Anggana di pulau kecil di sana. Beberapa desa yang perencanaannya sudah siap kita akan dorong," kata Edi Damansyah

"Nantinya juga disesuaikan dengan situasi kondisi yang ada dimasing-masing desa. Insya Allah ini secara bertahap memang target kita akan merampungkan pelayanan dasar," sambungnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved