Breaking News:

Ibu Kota Negara

PLN Sebut Listrik PLTA Kayan akan Topang Ibu Kota Negara di Penajam Kalimantan Timur

Pihak PLN menyampaikan bahwa listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan nantinya akan menopang

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
HO/Youtube TribunKaltara
GM PLN UIW Kaltimtara Saleh Siswanto, saat menyampaikan berbagai proyek PLN di Kaltara dalam acara Webinar 9 Peluang Investasi di Kaltara pada Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pihak PLN menyampaikan bahwa listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan nantinya akan menopang kebutuhan listrik di Ibukota Negara Baru di Kaltim.

Kebutuhan listrik untuk Ibu Kota Negara di Kaltim disalurkan setelah kebutuhan listrik untuk kawasan industri dan pelabuhan internasional atau KIPI Tanah Kuning Mangkupadi terpenuhi.

Di mana dari sekitar 9.000 MW listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan, 1.000 MW diantaranya disalurkan ke KIPI Tanah Kuning Mangkupadi.

Hal ini diungkapkan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kaltimtara Saleh Siswanto, dalam acara Webinar 9 Peluang Investasi di Kaltara yang diselenggarakan TribunKaltara.com, pada Kamis (21/10/2021).

Baca juga: PLN Sebut Listrik PLTA Kayan akan Topang Ibu Kota Negara di Penajam Kalimantan Timur

Baca juga: Kampus Unmul Beri Kegiatan Edukator ke Warga Sekitar Kawasan Ibu Kota Negara

Baca juga: Sambut Ibu Kota Negara di PPU, Sultan Paser Minta Adat Budaya Paser Dilindungi Pemerintah Pusat

"Untuk potensi PLTA Kayan memang bisa sampai 9.000 MW, dan kita harapkan di 2026 sudah bisa dioperasionalkan," kata Saleh Siswanto.

"Selain nanti untuk kebutuhan di KIPI sekitar 1.000 MW, kelebihan daya nantinya akan difungsikan sebagai penopang di Ibu Kota Negara dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi atau Sutet," tambahnya.

Namun, untuk saat ini pihaknya masih berfokus untuk merampungkan sistem transmisi interkoneksi 150 KV, mengingat sebagai besar wilayah Kaltara masih menggunakan sistem isolatip.

Dengan terbangunnya sistem interkoneksi di Kalimantan Utara, maka kelebihan daya sebesar 308,33 MW dari Sistem Mahakam dapat disalurkan ke wilayah Kaltara.

Baca juga: Kaltim Calon Ibu Kota Negara RI, Muncul Wacana Bangun Rumah Sakit Jiwa di Balikpapan

"Untuk di Kaltara memang masih isolatip jadi belum terinterkoneksi dengan sistem 150 KV" katanya.

Komiten, menyelesaikan sistem transmisi 150 KV, karena saat ini masih terhenti di Sangatta, Kutai Timur.

"Kami harapkan Tanjung Redeb-Tanjung Selor yang prosesnya sudah 55 persen akhir tahun ini bisa dioperasikan," katanya. 

"Sehingga ini bisa menguatkan sistem kami," ujarnya.

Baca juga: Terkait Ibu Kota Negara, Wagub Kaltim Beri Masukan ke DPR RI soal Kesehatan dan Tenaga Kerja

"Lalu untuk dari Tanjung Selor ke Tideng Pale progres sudah 70 persen, jadi di akhir 2023 sudah bisa beroperasi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved