Virus Corona di Kaltim

Kapolri Minta Jajarannya Waspada Varian Mutakhir Covid-19, Kapolda Kaltim Angkat Bicara

Virus Corona atau Covid-19 diketahui kerap bermutasi. Terakhir dikabarkan, dari varian delta melahirkan varian baru yang dijuluki AY.4.2

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Jajaran Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman usai mengikuti video conference (vidcon) dengan Kapolri dan Panglima TNI di BSCC Dome Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Virus Corona atau Covid-19 diketahui kerap bermutasi. Terakhir dikabarkan, dari varian delta melahirkan varian baru yang dijuluki AY.4.2.

Varian tersebut diketahui menyumbang lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Inggris.

Temuan varian tersebut, dipaparkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, melalui siaran persnya.

Khawatir masuk ke Indonesia, temuan varian terbaru itu disampaikan kembali oleh Kapolri, Jenpol Listyo Sigit Prabowo melalui video conference (vidcon) di tengah pelaksanaan vaksinasi massal oleh Akabri 1990.

Baca juga: Balikpapan Percepat Herd Immunity, Akhir Tahun 2021 Ditarget 80 Persen Warga Divaksin Covid-19

Baca juga: Capaian Angka Vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Timur, Kapolda Kaltim Harap Partisipasi Warga

Baca juga: Jumlah Covid-19 di Kalimantan Timur Bertambah 35 Orang, Satgas Sebut Masih Menunggu 7.177 Hasil Tes

Ia berharap, kemudian agar jajaran Polri terus siaga demi memastikan tidak ada penyebaran varian terbaru di masing-masing wilayah.

Menyoroti arahan Jenderal bintang 4 tersebut, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak ikut menanggapi.

Katanya, varian terbaru tersebut beruntungnya belum masuk di Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.

"Belum, saat ini belum ada," kata Herry kepada TribunKaltara.com pada Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Update Covid-19 di Kalimantan Timur, Kabupaten Mahulu Zona Kuning Beberapa Hari Terakhir

Ditanya soal strategi, ia mengatakan, ada 2 langkah utama yang bisa diterapkan dalam menangkal penyebaran covid-19, apapun variannya.

"Paling penting dengan menjaga protokol kesehatan dan akselerasi vaksin. Cuma itu aja," imbuh Herry.

Kata dia, dengan menjaga protokol kesehatan diharapkan mampu menekan potensi terjangkit covid-19.

Ditambah dengan vaksinasi yang dinilai mampu meningkatkan kekebalan.

"Dengan tercapai 70 persen kekebalan komunitas, mudah-mudahan kalah vaksinnya. Lebih banyak yang kuat daripada yang lemah," pungkas Herry. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved