Sejarah Hari Ini
Sejarah Hari Listrik Nasional atau HLN yang Diperingati Setiap 27 Oktober
Tahun ini, peringatan Hari Listrik Nasional atau HLN jatuh pada Rabu 27 Oktober 2021, yang menjadi peringatan ke- 76 tahun.
TRIBUNKALTIM.CO - Setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional atau HLN.
Tahun ini, peringatan Hari Listrik Nasional atau HLN jatuh pada Rabu 27 Oktober 2021, yang menjadi peringatan ke- 76 tahun.
Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah Hari Listrik Nasional?
Yang kita tahu, listrik di Indonesia sejauh ini dikelola oleh negara melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Namun, sebagai penikmat atau pengguna listrik, kita juga perlu mengetahui sejarah kelistrikan Indonesia.
Baca juga: Hari Listrik Nasional ke-76, PLN Luncurkan Promo Super Dasyat Tambah Daya Hanya Rp 202.100
Ini bermula pada akhir abad ke 19, di mana saat itu, beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.
Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V. Nign, yang semula bergerak di bidang gas, memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (26/10/2021), pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk s'Lands Waterkracht Bedriven (LWB), yaitu Perusahaan Listrik Negara.
Perusahaan Listrik Negara itu mengelola PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta.
Selain itu di beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja.
Baca juga: Ucapan Selamat Hari Listrik Nasional 27 Oktober, Cocok Share WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram
Setelah Belanda menyerah kepada Jepang dalam Perang Dunia II, maka Indonesia dikuasai Jepang.
Perusahaan listrik dan gas juga diambil alih oleh Jepang, dan semua personel dalam perusahaan listrik tersebut diambil alih oleh orang-orang Jepang.
Dengan jatuhnya Jepang ke tangan sekutu, dan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, kesempatan yang baik ini dimanfaatkan oleh pemuda dan buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai Jepang.
Setelah berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan Jepang, pada bulan September 1945 suatu delegasi dari buruh/pegawai listrik dan gas menghadap pimpinan KNI Pusat yang pada waktu itu diketuai oleh M. Kasman Singodimedjo untuk melaporkan hasil perjuangan mereka.
Selanjutnya, delegasi bersama-sama dengan pimpinan KNI Pusat menghadap Presiden Soekarno, untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan listrik dan gas kepada pemerintah Republik Indonesia.
Baca juga: Sambut Hari Listrik Nasional, Dinas ESDM Provinsi dan Perusahaan Tambang Sambung 50.000 Listrik PLN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pembangunan-kelistrikan-indonesia.jpg)