Sejarah Hari Ini
Sejarah Hari Listrik Nasional atau HLN yang Diperingati Setiap 27 Oktober
Tahun ini, peringatan Hari Listrik Nasional atau HLN jatuh pada Rabu 27 Oktober 2021, yang menjadi peringatan ke- 76 tahun.
"Total kebutuhan investasi pembangkit sekitar US$ 65 miliar hingga US$ 75 miliar," jelas Fabby kepada Kontan, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: EMI Resmi Bergabung, PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2 pada Tahun 2025
Fabby menjelaskan, sebagai gambaran kebutuhan investasi untuk Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) Utility Scale sebesar US$ 0,7 juta hingga US$ 0,9 juta per MW bergantung pada size dan lokasi.
Investasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar US$ 3 juta hingga US$ 4 juta per MW, sementara investasi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar US$ 2,5 juta hingga US$ 3 juta per MW.
Adapun, investasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar US$ 1,2 juta hingga US$ 1,3 juta per MW.
Mengenai rencana early retirement PLTU dengan skema Energy Transition Mechanism (ETM), Fabby menjelaskan, dengan skema ini maka masa sisa kontrak PLTU atau nilai aset PLTU dapat di buy out, serta pemilik PLTU akan diminta untuk berinvestasi pada pembangkit Energi Terbarukan.
"Ada potensi 12-16 GW PLTU yang bisa pensiun dini. Kriterianya adalah pembangkit jenis sub-critical, efisiensi rendah, dan emisinya tinggi," pungkas Fabby. (*)
Baca selanjutnya: Sejarah Hari Ini
Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul PLN: Kebutuhan investasi untuk kebutuhan listrik hingga 2060 capai Rp 9.000 triliun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pembangunan-kelistrikan-indonesia.jpg)