Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Jembatan Sambera Muara Badak Akan Diperbaiki, Pemkab Kukar Anggarkan Rp 1,5 Miliar

Jembatan Sambera yang menghubungkan Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya akan diperbaiki.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Jembatan sambera yang berlumbang saat diperbaiki sementara, Pemkab Kukar akan memperbaiki jembatan ini dalam waktu dekat. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Jembatan Sambera yang menghubungkan Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya akan diperbaiki.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan di anggaran perubahan sekitar Rp 1,5 miliar.

Setelah diperbaiki sementara pada beberapa waktu lalu, harapan masyarakat agar jembatan ini diperbaiki pemerintah kabupaten, akhirnya terwujud.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar Restu Irawan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (2/11/2021) hari ini, menyampaikan pada awal November bulan ini, pihaknya masih tahap lelang proyek.

Untuk pengerjaannya dikatakan, akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Baca juga: Perbaikan Jembatan Sambera Rampung, Camat Muara Badak Kukar Minta Kendaraan Berat tak Melintas

Baca juga: Lubang Menganga Jembatan Sambera di Kecamatan Muara Badak Diperbaiki

Baca juga: Jembatan Rusak Parah, Warga Krayan Kesulitan Kirim Hasil Pertanian

Pengerjaan sendiri bukan pembangunan jembatan, tetapi rehabilitasi lantai jembatan yang selama ini jadi keluhan warga. Keterbatasan anggaran yang tersedia menjadikan pengerjaan hanya bersifat rehabilitasi.

Mengenai kontruksi jembatan, ada dua alternatif yakni semenisasi atau plat baja. "Produknya sementara kita diskusikan di dinas apakah nanti mau pakai beton atau plat baja," tegas Restu saat dihubungi.

Jembatan yang jadi akses utama menuju sejumlah tempat wisata serta Kecamatan Marangkayu dan jalan alternatif ke Kota Bontang jadi pertimbangan untuk rehabilitasi.

Akses lalu lintas juga jadi penentuan kontruksi lantai dasar jembatan sambera.

Jika dilakukan semenisasi, otomatis harus menunggu padatnya beton, jembatan harus ditutup total agar tidak bergoyang.  "Sebab karakteristik beton yang belum memasuki umurnya saat ada goyangan akan pecah," terang Restu.

Baca juga: Duh, Para Siswa Harus Berenang Gara-gara Jembatan Rusak

Sedangkan jika menggunakan plat baja, tidak harus ada pengalihan arus lalu lintas jembatan.

Hal ini diakui Restu masih diskusikan dahulu, pengerjaan mana yang bisa cepat dilakukan tetapi aman dan tidak terganggu aktivitas masyarakat setempat. "Masih dikaji dalam satu minggu ini mudah-mudahan ada hasilnya,” tandasnya.

Nantinya, jika pengerjaan jembatan menggunakan kontruksi beton, maka akan dilakukan peralihan lalu lintas.

Titik-titiknya pun sudah ditentukan, masyarakat dan pengendara jika akan menuju ke Marangkayu, harus berputar melewati jalur poros Samarinda-Bontang. 

Penutupan arus lalu lintas, ditutup dari simpang 5 Muara Badak agar tak menuju jalur Tanjung Limau-Marangkayu, pasalnya di kawasan tersebut juga tidak ada jalur alternatif. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved