Banjir di Bontang
Walikota Bontang Perintahkan PUPRK dan Perkimtan Kerja Ekstra untuk Meminimalisir Banjir
Bayang-bayang banjir masih terus menghantui masyarakat di Kota Bontang, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Penulis: Ismail Usman |
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Bayang-bayang banjir masih terus menghantui masyarakat di Kota Bontang, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Persoalan banjir ini memang begitu meresahkan dalam 2 tahun terakhir ini.
Bahkan tercatat ada 6 wilayah di Bontang menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi, di antaranya, Kelurahan Api-Api, Satimpo, Kanaan, Gunung Elai, Guntung dan Gunung Telihan.
Sehingga saat musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) lalu, program pengentasan banjir ini jadi program paling laris dijual saat kampanye para calon Walikota, salah satunya Basri Rase.
Walikota yang baru 6 bulan menjabat itu selalu menyampaikan jika persoalan banjir ini masuk salah satu deretan program prioritas di masa pemerintahannya bersama Wawali Kota, Najirah.
Baca juga: Respons Cepat Banjir Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan 1.500 Paket Makanan
Baca juga: Banjir di Bontang, Korban Terdampak Capai 5.017 Jiwa, Paling Parah di Kelurahan Api-Api
Baca juga: Peringatan, Kendaraan Berat Melintas di Jalan Protokol Bontang Kala Banjir, Diprotes Warga
Namun, diakui Basri, menuntaskan masalah banjir ini tidak seperti membalikkan telapak tangan.
Sinergitas semua perangkat daerah, termasuk masyarakat yang harus disiplin menjaga lingkunganya tentu sangat diperlukan.
Banjir yang melanda Bontang dalam 2 hari belakangan ini tentu perlu sesegara mungkin mencari solusi, meski dalam kondisi anggaran yang masih terbatas.
Basri Rase mengaku di anggaran yang terbatas ini tidak menghentikan langkahnya dalam mengupayakan pencegahan banjir.
Perangkat organisasi daerah seperti PUPRK dan Perkimtan telah diinstruksikan agar bekerja ekstra dalam meminimalisir penyebab banjir.
"Untuk sementara waktu, kepala dinas saya minta kerja ekstra meminimalisir banjir sembari menunggu master plan atau kajian induk," ucap Basri Rase ditemui usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional, Rabu (10/11/2021).
Ia berkomitmen, penyusunan master plan banjir bakal mulai dikerjakan tahun depan. Sebab telah masuk dalam daftar belanja prioritas pemerintah di tahun anggaran 2022.
Baca juga: 300 KK di Bontang Permai Terendam Banjir Sejak Subuh, Petugas Evakuasi Warga Gunakan Perahu Karet
Kajian induk ini akan menjadi landasan dalam mengerjakan program banjir di Kota Bontang.
"Pasti, karena sudah masuk bagian dari belanja prioritas kita. Karena ini komitmen saya," kata Basri Rase.
Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat ikut berpartisipasi membantu pemerintah dalam menyelesaikan banjir, misalnya warga di bantaran sungai bisa menerima jika direlokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-bontang-basri-rase-berjanji-akan-merampungkan-master-plan-banjir-pada-tahun-2022.jpg)