Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Metode Guru di Kukar untuk Memahami Profesi dan Proses Ekonomi kepada Siswa

Untuk memahami proses ekonomi, ada baiknya memahami pelaku dan peran-peran ekonomi, sehingga memahami bagaimana proses ekonomi

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/NANANG
Siswa melakukan wawancara dengan profesi yang ada di lingkungan siswa dapat menyajikan hasil analisi tentang peran serta kegiatan ekonomi dengan tepat. 

Setelah 30 menit diskusi, siswa kembali ke ruang utama Zoom Meeting dan memaparkan hasil diskusinya.

Kholijah menjawab Jika tidak ada petani, kita tidak bisa makan karena petani menghasilkan buah dan sayur, seperti padi, tomat, nanas, pisang.

Jika tidak ada petani, kita tidak bisa makan dengan gizi sempurna, karena kita butuh makan seimbang.

Cara profesi petani tetap ada dengan mempedulikan jasa seorang petani dan mewujudkan kesejahteraan petani.

Baca juga: Dinas Pendidikan Berau Kalimantan Timur Fokus Cegah Anak Putus Sekolah

Nelayan menangkap ikan di laut. Setelah mendapatkan ikah, nelayan menjual ikan tersebut ke pelelangan ikan.

Kemudian ikan dibawa dari pelelangan ikan ke pasar dengan mobil. Lalu, ada orang yng mau membeli semua ikan itu dan dia jual ke pasar ikan. Orang lain (pembeli) membeli ikan tersebut lalu pulang dan dimasak untuk dimakan.

Produsen adalah kegiatan menghasilkan barang atau makanan, contoh produser adalah nelayan, konsumen adalah orang yang membeli dan menjual ke konsumen lain, contoh konsumen adalah pelelangan ikan, distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran, contoh distribusi adalah pedagang.

Nanang menutup dengan penguatan dan refleksi. Seluruh siswa senang dengan proses pembelajaran ini, karena merasa mengikuti satu proses kesatuan.

Baca juga: Program PINTAR Tanoto Foundation, Dosen dan Guru Kolaborasi Kembangkan Inovasi Pembelajaran

Namun, untuk kompetensi dasar ini, Nanang meminta siswa mengerjakan laporan wawancara profesi dan peran ekonomi yang ada di lingkungan sekitar.

Dira Septiana menuliskan laporan wawancara dengan Amiruddin, petani holtikultura di kebun Amiruddin.

Dira mendeskripsikan Amiruddin adalah seorang petani hortikultura sayuran, dan bapak Dira. Amiruddin tinggal di RT 09 desa Santan.

Amir mulai tanma sayur-sayuran sejak 2005, ada jagung, timun, kacang panjang, tomat, cabai.

Pagi hari, Dira mendatangi kebun jagung manisnya. Untuk 5 bungkus jagung manis, Amiruddin membutuhkan modal 1,250,000.

Modal tersebut dipakai untuk membeli bibit, pupuk, pestisida. Amiruddin panen sekitar 70 HST (Hari Setelah Tanam) kurang lebih 2 bulan.

Dari 5 bungkus jagung manis yang ditanam bisa menghasilkan kira-kira 4500-5000 biji (tongkol) dengan harga Rp 1000 sampai 1500 per biji.

Sehingga untuk 2 bulan, Amiruddin menghasilkan Rp 5,000,000 hingga 6,000,000. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved