Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Terima Aduan soal Lingkungan, Komisi I Sambangi PT KPC

Komisi I DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kamis (11/11/2021) lalu.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Komisi I DPRD Kaltim terdiri dari Romadhony Putra Pratama, Masykur Sarmian, Rima Hartati Ferdian, dan Mashari Rais ketika melakukan kunjungan kerja ke PT KPC, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi I DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kamis (11/11/2021) lalu.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari Romadhony Putra Pratama, Masykur Sarmian, Mashari Rais, dan Rima Hartati Rasyid diterima oleh Manager External Relations PT KPC Yardhen Tupung, Sutp Site Support Nanang Supri.

Baca juga: Rapat Paripurna ke-27 DPRD Kaltim, Pansus RPJMD Sampaikan Laporan Akhir

Romadhony mengatakan, hal yang mendasari dilaksanakannya kunjungan kerja ini adalah terkait surat masuk dari Kelompok Tani Rindang Batota, Kutai Timur, yang mengadukan adanya dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT KPC.

"Suratnya tertanggal 19 Februari. Dikarenakan awal tahun tersebut kasus pandemi Covid-19 lagi melonjak dan rapat-rapat pun dilakukan secara virtual, maka baru sekarang bisa dilakukan tindak lanjut dengan melakukan kunjungan kerja," tuturnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang menjadi aduan kelompok tani, yakni pada saat musim hujan tidak bisa menyadap karet karena terendam lumpur dari PT KPC.

Baca juga: Penyampaian Hasil Reses Enam Dapil, DPRD Kaltim Gelar Rapat Paripurna ke-27

Hasil karet yang dikumpulkan selama beberapa hari panen terbawa arus banjir pada saat hujan.

Selain itu, banyak pohon karet, rambuan berupa tanaman lainnya terendam sehingga banyak pohon mati.

"Aliran sungai yang dulunya diakai untuk kehidupan sehari-hari pada saat berkebun seperti digunakan untuk keperluan tanaman, mandi, sholat dan beberapa kebutuhan lain yang menggunakan air di lingkungan tersebut sekarang tidak bisa digunakan karena berbau minyak," bebernya.

Oleh sebab itu, Komisi I merasa penting untuk meminta penjelasan langsung dari manajemen PT KPC terkait kebenaran berita tersebut, karena menurutnya ini menyangkut hajat hidup warga sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Yardhen Tupung menjelaskan bahwa beroperasi secara masif, pihaknya tidak memungkiri akan adanya dampak lingkungan yang dihasilkan oleh kegiatan di lapangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved