Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Kesultanan Kukar Ing Martadipura Sebut Perlu Ditulis Biografi dan Sejarah Sultan AM Idris

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menginginkan adanya penulisan kembali naskah resmi, tentang sejarah perjalan perjuangan Sultan AM Idris

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG- Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menginginkan adanya penulisan kembali naskah resmi, tentang sejarah perjalan perjuangan Sultan Aji Muhammad (AM) Idris yang merupakan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14 yang baru saja di beri gelar pahlawan nasional.

Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman mengatakan, sebenarnya penulisan naskah biografi sultan Aji Muhammad Idris sudah banyak ditulis oleh para sejarawan, khususnya sejarawan dari tanah Wajo, Sulawesi Selatan.

Dimana, dalam tulisan sejarah La Maddukeleng selalu terdapat penyeburan Sultan Aji Muhammad Idris di dalamnya.

"Sebenarnya tinggal bagian dari akumulasi pencarian dari penulisan yang sudah dilakukan oleh para sejarawan, terutama yang di Sulsel," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kukar Bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sambut Piagam Gelar Pahlawan

Baca juga: Pemkab Kukar Akan Bangun Patung Sultan AM Idris, Permintaan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Baca juga: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Bangga, AM Idris Resmi Jadi Pahlawan Nasional

Lanjut dia, penulisan sejarah tidak harua selalu mencari pada satu titik bukti, namun bisa dilakukan dengan pencarian akademik dengan mencari satu titik fakta ke titik fakta yang lain.

Walaupun menurut dia, literasi yang berkaitan tentang kepentingan sejarah Sultan Aji Muhammad Idris sangat kurang, terutama di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Tapi tulisan sejarah di Wajo, setiap menyebut La Maddukeleng pasti disebutlan bagaimana peran Sultan Aji Muhammad Idris sebagai seorang pejuang disana," ungkap pria yang akrab disapa AYL.

AYL juga menegaskan, kepergian Sultan Aji Muhammad Idris ke tanah Wajo sejatinya memang dengan tujuan berperang untuk membantu daerah lain melawan dan mengusir VOC, bukan hanya sekedar urusan keluarga.

"Tapi beliau memang bersiap bertarung dan berperang. Karena saat itu, istrinya yang merupakan anak dari La Maddukeleng dan putranya yakni Aji Imbut yang masih kecil juga ditinggalkannya," jelasnya.

Baca juga: Distop Sementara oleh Satgas Covid, Graha YHS Martadinata Balikpapan Dipantau Polsek

Bahkan ucap AYL, saat berangkat ke tanah Wajo, Sultan Aji Mihammad Idris turut membawa persenjataan dan mesiu sebagai bahan untul berperang.

"Maknanya, jangan sampai ditafsirkan Sultan Aji Muhammad Idris datang ke Wajo hanya berkepentingan urusan keluarga, tapi beliau memang bersiap untuk berperang disana," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved