Minggu, 10 Mei 2026

Belajar Mengolah Hasil Laut, TP PKK Balikpapan Kunjungan ke Kabupaten Bintan

Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah yang mampu menghasilkan ikan yang berlimpah ruah.

Tayang:
Editor: Diah Anggraeni
HO/Tim Media Rahmad Mas'ud
TP PKK Balikpapan berfoto bersama usai berkunjung ke salah satu pengolah hasil laut di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah yang mampu menghasilkan ikan yang berlimpah ruah.

Lautan luas yang dimiliki Kepulauan Riau memang terkenal kaya akan hasil lautnya.

Ikan telah menjadi sebuah identitas di daerah maritim.

Baca juga: Jalankan Tugas Perdana sebagai Ketua TP PKK, Nurlena Masud Tinjau Dasawisma RT 37 Gunung Samarinda

Tak sedikit juga masyarakat daerah pesisir di Kepulauan Riau yang memanfaatkan hasil laut ini dengan mengolahnya menjadi produk makanan baru seperti kerupuk, otak-otak, empek-empek, hingga bakso.

Seperti yang dilakukan warga Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Hasil laut diolah menjadi makanan siap saji, kerupuk atom ikan tenggiri.

Produksi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bandeng itu pun menjadi kegemaran para pencari kuliner dari lokal dan mancanegara.

"Alhamdulillah, pembalajaran kami TP PKK Balikpapan ke sini adalah melaksanakan pembelajaran tentang pengolahan hasil laut di Bintan, Kepri," ujar Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas'ud yang memimpin rombongan, Senin (22/11/2021).

Nurlena menambahkan, Kota Balikpapan juga merupakan penghasil ikan karena wilayahnya terletak di pesisir pantai.

Oleh karena itu, diharapkan apa yang didapat di Bintan bisa diadposi di Balikpapan.

"Sehingga ini jadi pengalaman luar biasa yang bisa diterapkan di Balikpapan," tegasnya.

Baca juga: PKK Balikpapan Gencarkan Tanam Sayur di Halaman Rumah Masyarakat

Selain olahan ikan, ternyata di Desa Malang Rapat juga mengolah hasil pertanian.

Misalnya, bayam yang diolah menjadi panganan bernilai ekonomis.

"Salah satunya stik bayam, ini tentunya juga bisa dibuat oleh ibu-ibu di Balikpapan nantinya," paparnya.

Sementara itu, Ketua Pokmas Bandeng Ermiyati mengatakan, bertahannya hasil produksi yang dilakukannya bersama 10 anggota lainnnya karena kualitas serta rasanya yang terjaga.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved