Selasa, 14 April 2026

Berita DPRD Samarinda

Komisi III DPRD Samarinda Sebut Kunci Penanganan Banjir Ada di Sungai Karang Mumus

Menyoroti penanganan banjir di Samarinda, Komisi III DPRD Samarinda menyebutkan revitalisasi Sungai Karang Mumus menjadi kunci penting cegah banjir.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno menjelaskan tentang kunci penanganan banjir di Samarinda dengan revitalisasi Sungai Karang Mumus. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menyoroti penanganan banjir di Samarinda, Komisi III DPRD Samarinda menyebutkan revitalisasi Sungai Karang Mumus menjadi kunci penting cegah banjir.

Diutarakan oleh anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno bahwa Sungai Karang Mumus jika dilebarkan dan diperdalam maka fungsi saluran-saluran air yang ada di Samarinda bisa lebih optimal.

Ia mengatakan saluran drainase yang sedang atau akan dibangun di beberapa titik di Kota Tepian tidak boleh lebih rendah dari muara sungai.

"Kalau persoalan pembangunan drainase di Samarinda, revitalisasi Sungai Karang Mumus itu secara tidak langsung terkoneksi dengan banyak drainase," kata politisi PAN tersebut.

Komisi III DPRD Samarinda juga dalam kesempatan beberapa waktu lalu sempat melakukan studi banding dan sharing dengan DPRD kabupaten Lombok Tengah terkait sistem drainase.

Baca juga: Sekretariat DPRD Samarinda Akan Siapkan Media Center untuk Jurnalis

Baca juga: DPRD Samarinda Minta Pemkot Segera Perbaiki Jalan-jalan Berlubang di Tengah Kota

Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Akan Tindaklanjuti Hasil Sidak di SPBU Terkait Antrean Truk Solar

Jasno mengungkapkan bahwa dengan sistem drainase yang ada, kabupaten Lombok Tengah relatif tidak banjir, karena sebagian daerah berbatasan dengan laut.

"Kita membahas hal-hal yang dapat diadopsi untuk percepatan penanggulangan banjir di Samarinda, karena sistem drainase yang ada disana tidak jauh berbeda dengan kita," tutur Jasno.

Dalam hal ini Pemkot Samarinda telah merencanakan beberapa pembangunan polder dan bendungan pengendali lainnya di tahun 2022.

Pembangunan polder yang sebagian besar berada di daerah hulu kota Samarinda itu direncanakan untuk dapat menahan debit air dari arah Utara Samarinda.

Sedangkan dalam waktu dekat, revitalisasi Sungai Karang Mumus juga akan dilanjutkan hingga segemen kedua di arah gang Nibung menuju jembatan Ruhui Rahayu jalan S. Parman yang dikerjakan bersama antara BWS Kaltim, Dinas PUPR Kaltim dan Pemkot Samarinda.(ADV)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved