Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Pertamina Beri Klarifikasi Soal Pengiriman Elpiji ke Krayan yang Sempat Mandek Satu Bulan

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, memberi klarifikasi soal pengiriman tabung gas LPG NPSO 12 kg ke Krayan sempat terhenti sejak 16 Oktober

Editor: Rahmad Taufiq
HO/PERTAMINA
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengirimkan tabung gas LPG NPSO 12 kg ke Krayan menggunakan Pesawat Cassa milik PT Pelita Air Service, Rabu (24/11/2021). HO/PERTAMINA 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, memberi klarifikasi soal pengiriman tabung gas LPG NPSO 12 kg ke Krayan sempat terhenti sejak 16 Oktober, karena pesawat mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan Area Manager Comm, Rel & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria.

"Sejak 16 Oktober lalu, Pesawat Cassa milik PT Pelita Air Service yang digunakan untuk mengangkut pasokan Elpiji mengalami kerusakaan sehingga tidak dapat beroperasi ke Krayan. Jadi bukan karena subsidi ongkos angkut yang habis," kata Susanto August Satria kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Rabu (24/11/2021).

Susanto August Satria mengaku, sejak Selasa (23/11/2021) hingga tadi pagi, pihaknya kembali melakukan pengiriman tabung LPG NPSO 12 kg ke Krayan menggunakan pesawat Pesawat Cassa milik PT Pelita Air Service.

"Kemarin kami sudah mengirim 90 tabung LPG NPSO 12 kg ke Krayan. Hari ini ada 45 tabung. Jadi dalam sekali pengiriman, pesawat hanya mampu memuat 45 tabung. Dan setiap harinya dilakukan 2 kali pengiriman tergantung pada kondisi cuaca," ucapnya.

Baca juga: Pastikan Pasokan Energi ke Krayan Kembali Pulih, Pertamina Kirim Ratusan Tabung Elpiji

Baca juga: Pemkab Nunukan Minta Warga Kecamatan Krayan Bersabar, 1.000 Tabung Elpiji dari Malaysia Bakal Tiba

Dia menjelaskan, pengiriman tabung elpiji ke wilayah Krayan sejak tanggal 15 Maret 2021, merupakan penugasan dari pemerintah pusat.

Susanto August Satria menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus menyalurkan pasokan Elpiji bagi warga Krayan, tanpa dibatasi dengan biaya angkut.

"Ini komitmen kami untuk menciptakan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia di wilayah 3T. Seluruh biaya angkut ditanggung oleh Pertamina. Kami akan pastikan tidak ada pengurangan pasokan sama sekali," ujarnya.

Mengenai biaya pengiriman tabung elpiji ke Krayan sebesar Rp 1,5-Rp 1,7 juta per tabung. Sementara itu, harga tabung elpiji NPSO 12 Kg sebesar Rp 190 ribu per tabung.

"Untuk biaya ongkos pengiriman diambil dari profit secara keseluruhan. Semua wilayah sama harganya Rp 190 ribu per tabung," tuturnya.

Meskipun saat ini Krayan kedatangan 1.000 tabung elpiji dari Serawak, Malaysia, namun ia mengatakan, Pertamina akan tetap menyalurkan pasokan elpiji bagi masyarakat di sana.

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan Elpiji di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan Kaltara, Kembali Normal

"Pada intinya yang paling mengetahui kondisi di lapangan adalah pemerintah daerah setempat. Kami akan tetap kirimkan tabung elpiji ke Krayan, karena ini merupakan penugasan pemerintah pusat," ucapnya.

"Berapa tabung masyarakat butuh kami akan upayakan pengirimannya. Tapi tergantung lagi cuaca dan mudah-mudahan ke depan transportasi akan lancar," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved