UMK Tarakan Naik Jadi Rp 3.761.896,71, Satu-Satunya Daerah di Kaltara yang Menaikkan Upah Minimum

berdasar pada SK Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.821/2020 Tentang Upah Minimum Kota Tarakan.

Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
(TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI )
Wali Kota Tarakan, dr Khairul saat konferensi pers terkait penetapan Upah Minimum Kota Tarakan di ruang rapat Wali Kota Tarakan, Jumat (27/11/20) (TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Upah Minimum Kota atau UMK Tarakan telah ditetapkan naik menjadi Rp 3.761.896,71.

Hal itu berdasar pada SK Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.821/2020 Tentang Upah Minimum Kota Tarakan.

Sebelumnya UMK Tarakan pada 2020 berada di angka Rp 3.756.824. Artinya terjadi kenaikan sebesar Rp 5.143

Dengan ditetapkannya kenaikan upah minumum ini, Kota Tarakan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) yang mengalami kenaikan.

Baca juga: Ada Harapan Upah Naik Meski 25 Provinsi Sepakat tak Naikkan Upah Minimum 2021, Begini Kata Pengusaha

Baca juga: Serikat Buruh Nilai Perusahaan di Sektor Ini Masih Untung, Minta Upah Minimum 2021 Dinaikkan

Bahkan, Wali Kota Tarakan, dr Khairul mengatakan bahwa Pemprov Kaltara pun tidak menaikkan Upah Minumum Provinsi ( UMP).

"Padahal instruksi menteri sebenarnya diminta untuk tidak menaikkan. Cuma kita ( Pemkot Tarakan ) yang berani melanggar itu, karena kita mempertimbangkan berbagai situasi," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Jumat (27/11/20).

Diketahui, Kota Tarakan juga merupakan daerah dengan upah ninimum tertinggi se-Kalimantan.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Kota Tarakan berdiri di dua pihak, baik pekerja maupun pengusaha.

Baca juga: Upah Minimum Tak Naik, Bagaimana Nasib Subsidi Gaji Tahun Depan? UPDATE Jadwal Pencairan BLT Batch 2

Baca juga: Upah Minimum Tahun 2021 Dipastikan tak Akan Naik, Pemerintah Sudah Ambil Keputusan, Alasannya?

"Selama pandemi ini, saya belum dengar ada pekerja di Tarakan yang di PHK. Kalau dirumahkan, iya. Tapi kan selesai PSBB, dipanggil kembali untuk bekerja," ucapnya.

Dia menambahkan, pihak pengusaha sebenarnya tidak ingin ada kenaikan. Karena untuk mengejar UMK Tarakan saat ini saja sulit, ditambah lagi adanya pandemi Covid-19.

Inilah mengapa, kata dia, pemerintah perlu bijak mengambil kebijakan.

"Tentu kita perlu mengakomodir para pekerja. Maka itulah kita mengambil kebijakan, sehingga naiklah UMK kita," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved