Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Banyak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Tana Tidung Tak Dilaporkan karena Takut

Berbagai wadah telah dibentuk sebagai upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Peremp

Penulis: Risnawati | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Kabupaten Tana Tidung, Dia Leny. Ia mengatakan, masih banyak perempuan di Kabupaten Tana Tidung yang takut melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Berbagai wadah telah dibentuk sebagai upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Namun nyatanya, masih banyak perempuan di Kabupaten Tana Tidung yang takut melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Tana Tidung, Dia Leny, saat ditemui TribunKaltara.com, Kamis (25/11/2021)

Sebagai informasi, hari ini merupakan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Dia menilai, takutnya masyarakat terutama perempuan untuk melapor. Karena hal tersebut masih dianggap tabu dan aib bagi korban tindak kekerasan.

Baca juga: DP3AP2KB PPU Sebut Warga Masih Enggan Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Baca juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Samarinda Masih Tertinggi, Pemkot Upaya Tekan dengan Cara Ini

Begitu juga terhadap kasus anak. Sehingga, para keluarga korban anak lebih banyak memilih lakukan konseling secara pribadi.

"Masih belum terlalu banyak laporannya yang secara tertulis resmi ya. Tapi kalau kasusnya, sebetulnya ada terjadi.

Cuma mereka ndak mau melaporkan. Biasa diselesaikan secara kekeluargaan atau secara adat gitu," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tana Tidung, didominasi oleh tindak asusila.

"Kalau untuk yang melapor, banyaknya dari perempuan. Tapi kalau berdasarkan kasus itu lebih banyak kasus kekerasan terhadap anak, hanya laporannya tidak sampai tuntas," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Empat Instansi di Tarakan Kolaborasi demi Percepatan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Polsek yang ada di Kabupaten Tana Tidung.

"Kalaupun dari Polsek ada laporan tentang kasus yang terkait dengan perempuan dan anak, mereka akan koordinasi ke kami, penyelesaiannya seperti apa.

Karena penyelesaian kasus anak ini berbeda caranya dengan penyelesaian kasus untuk orang dewasa. Harus lebih halus lagi," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved