Berita Nasional Terkini

Sebut Tak Efektif Cegah Penularan Varian Omicron, WHO Kritik Negara yang Menutup Pintu untuk Afrika

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk tidak menutup pintu masuk penerbangan di negara-negara selatan Afrika.

Editor: Ikbal Nurkarim
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mencatatkan kenaikan jumlah penumpang pasca ditetapkannya syarat perjalanan terbaru menggunakan pesawat udara. WHO kritik negara yang menutup pintu untuk Afrika, sebut tak efektif cegah penularan varian Omicron. 

TRIBUNKALTIM.CO - WHO kritik negara yang menutup pintu untuk Afrika, sebut tak efektif cegah penularan varian Omicron.

Kasus Varian Omicron dari virus corona muncul di negara-negara di belahan dunia pada Minggu (28/11/2021).

Banyak pemerintah bergegas menutup perbatasan, bahkan ketika para ilmuwan memperingatkan bahwa tidak jelas apakah varian baru lebih mengkhawatirkan daripada versi virus lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian baru dari virus Covid-19 yaitu B.1.1.529 atau Omicron.

Varian baru yang berasal dari Afrika Selatan ini ditetapkan WHO sebagai variant of concern.

Artinya, Omicron ini menjadi varian dari Covid-19 yang mendapat perhatian dari WHO karena cukup mengkhawatirkan.

Baca juga: PHKT Dukung Vaksinasi Covid-19 RS Tentara Balikpapan & Maxone Hotel, juga Bagi-bagi Paket Ini

Baca juga: INFO CPNS Kaltara, Hari Pertama Pelaksanaan SKB, Satu Orang Peserta Terindikasi Positif Covid-19

Baca juga: NEWS VIDEO Pengamat Musik Bens Leo Dikabarkan Tutup Usia, Sempat Berjuang Melawan Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk tidak menutup pintu masuk penerbangan di negara-negara selatan Afrika imbas kekhawatiran dari varian omicron.

Direktur regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, meminta negara-negara untuk mengikuti sains, dan peraturan kesehatan internasional untuk menghindari penggunaan pembatasan perjalanan.

"Pembatasan perjalanan mungkin berperan dalam sedikit mengurangi penyebaran Covid-19, tetapi memberi beban berat pada kehidupan dan mata pencaharian," kata Moeti dalam pernyataannya, Minggu (28/11/2021), dikutip dari Tribunnews.com dengan judul artikel WHO Kritik Negara yang Menutup Pintu untuk Afrika, Sebut Tak Efektif Cegah Penularan Varian Omicron.

Jika pembatasan diterapkan, mereka tidak boleh bersifat invasif atau mengganggu yang tidak perlu, dan harus berbasis ilmiah.

Hal tersebut menurut Peraturan Kesehatan Internasional, yang merupakan instrumen hukum internasional yang mengikat secara hukum yang diakui oleh lebih dari 190 negara.

Moeti memuji Afrika Selatan karena mengikuti peraturan kesehatan internasional, dan memberitahu WHO segera setelah laboratorium nasionalnya mengidentifikasi varian omicron.

"Kecepatan dan transparansi pemerintah Afrika Selatan dan Botswana dalam menginformasikan dunia tentang varian baru ini patut diapresiasi."

"WHO mendukung negara-negara Afrika yang berani berbagi informasi kesehatan masyarakat yang menyelamatkan jiwa, membantu melindungi dunia dari penyebaran Covid-19," ujar Moeti, dikutip dari India Today.

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam.
Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. ((Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow))

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jelang Natal 2021, Satgas Gereja Diusulkan Segera Dibentuk di Malinau

Menurutnya, larangan bepergian tidak diinformasikan oleh ilmu pengetahuan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved