Pesona Borneo
Pesona Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit di Kecamatan Jempang Kubar yang Memukau
Destinasi objek wisata di Kutai Barat saat ini perlahan mulai ramai dikunjungi pasca pemerintah Kutai Barat
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Destinasi objek wisata di Kutai Barat saat ini perlahan mulai ramai dikunjungi pasca pemerintah Kutai Barat memberikan izin destinasi wisata untuk dibuka kembali setelah sebelumnya sempat ditutup beberapa bulan akibat pandemi Covid-19.
Selain objek wisata Pulau Kelapa di Kampung Pulau Lanting, ada juga lokasi wisata lainnya dalam kawasan Danau Jempang, Kecamatan Jempang yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Yakni Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit di Kampung Tanjung Jan atau Kampung Tetangga Pulau lanting.
Tidak hanya bedekatan, ternyata kedua objek wisata ini saling menghubungkan, karena setelah menikmati keindahan Danau Jempang dari atas Dermaga Tanjung Jan, wisatawan juga bisa langsung menuju Pulau Kelapa di Kampung Pulau Lanting lewat dermaga tersebut menggunakan perahu ketinting cukup dengan merogoh kocek Rp 10.000 per orang.
Baca juga: Wisata Alam Gunung S Kutai Barat Dibuka, Nikmati Embun Pagi hingga Paralayang
Baca juga: Pengembangan Potensi Wisata di Kubar Belum Maksimal, Banyak Potensi Wisata Terbengkalai
Baca juga: Dekranasda Kunjungi Pasir Putih Taman Randang, Bantu Gali Potensi Objek Wisata di Kubar
Khusus untuk Dermaga Rajaq Kenohaan Lawai Langit, saat ini Pemerintah Kampung belum meresmikannya sebagai objek wisata dan saat ini masih dalam tahap pengembangan.
“Rencananya kami akan melakukan pelebaran dermaga sekitar 8 meter, kemudian ada juga perpanjangan 12 meter untuk buat lagi dermaga yang luas,” kata Kepala Kampung Tanjung Jan, Moses Jemi saat diwawancarai TribunKaltim.co di ruang kerjanya, Minggu (5/12/2021).
Lebih lanjut, kata Moses Jemi, selain perluasan arena yang saat ini masih sempit, pihaknya juga akan menambah fasilitas umum guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
“Jadi kita akan menambah rumah makan karena banyak pengunjung juga mengeluh karena yang datang dari jauh sulit untuk mencari tempat makan, jadi kita buat nanti rumah makan induk, terus kita juga mau tambah WC umum, itu rencananya,”tambah Jemi.
Menurutnya masih banyak yang ingin ditambah secara bertahap menyesuaikan anggaran Dana Desa, seperti membuat tempat pertemuan, tempat menginap bagi pengunjung hingga membuat dermaga terapung.
“Ya, mudahanlah bisa terwujud menyesuaikan kondisi keuangan desa. Yang jelas kita perluas dulu dan tambah fasilitas umum untuk masyarakat,”ungkapnya
Karena belum ditetapkan sebagai objek wisata lanjut Jemi, Pemerintah Kampung juga sampau saat ini belum membuat aturan terkait retribusi pengunjung meski sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal Kutai Barat.
Jadi belum ada retribusi sama sekali. Seperti di WC itu kami buat kotak untuk sukarela pengunjung saja.
Baca juga: Berwisata Alam di Ekowisata Bamboe Wanadesa Karang Joang Balikpapan, Bisa Kemping di Hutan nan Asri
"Begitu juga parkir sampai karcis masuk hanya untuk sukarela, ada yang masukin ke kotak yang sudah kami sediakan ada juga yang tidak," katanya.
Artinya dibilang pungut tetap pungut, tapi tidak harus pungut dalam artian ditulis tapi tidak wajib,” lanjutnya.
Pengunjung yang datang ke Dermaga tersebut terang Jemi bisa mencapai ratusan orang, terutama di akhir pekan sejak di bagun oleh Peemerintah Kampung Tanjung Jan sekitar dua bulan lalu.