Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Independen Bukan Afiliasi Parpol, 21 Peserta Calon Anggota KPID Kaltim Ikuti Fit and Proper Test

Dibuka oleh Pimpinan DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun, pelaksanaan fit and proper test calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Mencari calon anggota Komisioner KPID Kaltim periode 2022-2025, Komisi I DPRD Kaltim yang dipimpin Ketua Komisi I Jahidin melakukan fit and proper test bagi 21 peserta di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Selasa (7/12/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dibuka oleh Pimpinan DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun, pelaksanaan fit and proper test calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur periode 2022-2025 diikuti 21 peserta dilaksanakan di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Selasa (7/12/2021).

Ketua Komisi I DPRD Kaltim, H Jahidin dalam sambutannya menyampaikan harapannya tentang fit and proper test tersebut.

Ia berharap, proses yang telah dijalani tidak mengurangi upaya Komisi I untuk mendapatkan komisioner yang mempunyai bobot.

"Yang maju ini 'kan memiliki kapasitas, tetapi kita memilih dan menetapkan mana yang terbaik. Semua terbaik, namun akan ada yang lebih terbaik," kata Jahidin.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan, Staf Administrasi Sekretariat DPRD Kaltim Ikuti Bimtek

Ia menambahkan, peserta yang mengikuti seleksi hari ini sejumlah 21 orang yang kemudian yang akan ditetapkan hanya 7 orang sebagai anggota komisioner.

"Tujuh inilah yang kita akan tetapkan berdasarkan hasil uji fit and proper test. Pengalaman pada fit and proper test periode sebelumnya terdapat 7 nama yang dikirim. Untuk kali ini terdapat 21, dengan ketentuan memang dijelaskan sekurang-kurangnya dua kali lipat yang akan ditetapkan. Kalau dua kali lipat maka jumlahnya 14, total tersebut karena yang akan ditetapkan berjumlah 7. Namun kemudian sebanyak-banyaknya 3 kali lipat yaitu 21," urai Jahidin.

Ia juga menjelaskan mengapa 21 ini diujikan semua, dimaksudkan agar ada perbandingan bagi Komisi I mana yang terbaik di antara 21 yang lolos pada tahap ini.

"Ada kesan sebelumnya bahwa komisi I sengaja meminta 21 ini dikirim semua untuk diseleksi supaya kalau tidak diikutkan semua khawatir ada titipan yang tidak terakomodasi. Itu penafsiran yang tidak mendasar," jelas Jahidin.

Baca juga: Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi, Sigit Hadiri Penyerahan DIPA dan Alokasi TKDD Kaltim

Politikus PKB ini juga menerangkan bahwa semula direncanakan menyeleksi 14.

Tetapi, karena dikirim 21 peserta, maka nantinya akan menggugurkan 7 orang nantinya.

"Jadi tidak ada kesan bahwa DPRD Kaltim dalam hal ini Komisi I yang diberikan amanah selaku panitia seleksi menjatuhkan calon komisioner, sehingga kita seleksi secara keseluruhan. Untuk menetapkan 7 yang terbaik, sedangkan peserta urutan 8 hingga 14 adalah cadangan," tutup Jahidin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, siapapun yang terpilih nanti bisa menjalankan tugas dengan fair dalam menjadi benteng agar informasi publik tersebar benar.

"Dapat dipertangung jawabkan. Selain itu kita harus bisa mengutamakan kearifan lokal. Berperan aktif dalam kearifan lokal di kaltim harus benar-benar bs dijalankan. Apalagi akan menjadi IKN," kata Samsun.

Baca juga: Fit and Proper Test Komisioner KPID di Balikpapan, Jahidin: Dimulai Hari Ini dan Diikuti 21 Orang

Ia tak ingin budaya di Kaltim justru seperti Betawi.

"KPID adalah independen, tapi bukan afiliasi dari parpol. Kalau tertarik dengan partai tertentu, lebih baik menjadi fungsionaris di partai. Saya tidak ingin ada golongan tertentu yang mendapat perlakuan khusus, harus netral," tegas Samsun. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved