Berita Samarinda Terkini
Akses Jalan Teratai di Loa Buah Samarinda Rusak Parah dan Minim Penerangan, Kerap Terjadi Kecelakaan
Kawasan Jalan Teratai, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini terbilang masih dekat dari pusat perkotaan,
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan Jalan Teratai, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini terbilang masih dekat dari pusat perkotaan, tetapi akses jalan yang jadi jalur utama ke Jembatan Mahulu ini sangat memprihatinkan.
Perlintasan yang jadi akses kendaraan berat menuju luar kota dan ke Kota Samarinda ini sendiri, saat ini jadi perhatian warga sekitar yang juga ingin menikmati infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
Kesabaran warga selama ini belum juga membuahkan hasil, jalan berstatus provinsi ini tak juga mendapat perbaikan.
Alih-alih ingin menikmati jalan mulus, setahun terakhir ini warga di dua RT kawasan Loa Buah ini harus rela melintasi jalanan penuh lubang, minim penerangan jika malam hari dan tentu jadi perlintasan maut ketika tidak waspada saat melintas.
Ketua RT 1 Loa Buah Ibu Darsah, saat dimintai keterangan, Senin (13/12/2021) hari ini mengatakan wilayah RT-nya berada tepat di perlintasan sepanjang jalan menuju Jembatan Mahulu.
Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Kelay Terhalang KBK, Pemkab Berau akan Konsultasikan ke Pusat
Baca juga: Antisipasi Jalan Rusak, Dinas PU Kutai Timur Sebarkan Alat Berat ke Berbagai Kecamatan
Kelurahan Loa Buah masih berbatasan dengan Kelurahan Loa Bakung, ada satu kawasan yang dikenal warga Kota Tepian yakni tikungan Hartati, nah disitulah jalan menanjak dan curam menjadi kawasan RT 1.
Warga RT 1 mengeluhkan akses jalan rusak kepada Ibu Darsah yang sejatinya juga sudah kerap melaporkan hal tersebut dari Kelurahan hingga tingkat Kecamatan.
"Susah jalannya, mau lewat saja susah, ini saja kalau tidak penting betul tidak jalan padahal dekat saja ke Loa Bakung. Iya 24 jam ini nggak ada habis-habisnya (truk lewat)," terangnya.
"Lampu penerangan jalan umum (LPJU) ditikungan ke arah Jembatan Mahulu itu betul-betul tidak ada sama sekali, sangat gelap," imbuhnya.
Bahkan tak jarang banyak kecelakaan terjadi di jalan berlubang tersebut, kebanyakan pengendara roda dua yang tidak melihat adanya lubang ketika malam hari.
"Orang kecelakaan sering, masalahnya ya lubang itu banyak, kalau ditambah hujan lagi, selain licin lubang tertutup air yang tergenang," kata Ibu Darsah.
Baca juga: Hendak Pergi Berobat, Pengendara Motor Tewas akibat Hindari Jalan Rusak di Kawasan Bontang Lestari
Terkait usulan jalan berlubang sepanjang kawasan Hartati sampai menuju ke Jembatan Mahulu, Ibu Darsah mengungkapkan sudah pernah mengusulkan ke pihak Kelurahan yang selama ini sangat merespons.
Tetapi, hingga saat ini pihak pemerintah sepertinya belum mengerti apa yang dirasakan oleh warga di RT 1 tersebut, sehingga perbaikan juga tak kunjung dilakukan.
"Sering sudah mengusulkan ke Kelurahan, jadi di foto dan dikirim, sudah dilakukan. Parit sumbat itu juga yang membuat jalanan tergenang air membuat jalan rusak juga, semua sudah kami berikan dokumentasinya. Agar diusulkan ke Pemerintah Daerah, dan ada perbaikan, tapi belum ada sama sekali (perbaikan)," tuturnya.
Sama halnya dengan Ibu Darsah. Ketua RT 3 Loa Buah, Malik, menyampaikan keluh warganya melihat jalan yang terlalu rusak parah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-jalan-teratai-kelurahan-loa-buah-kecamatan-sungai-kunjang.jpg)