Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cegah Learning Loss, Guru di Nunukan Pakai Inovasi Ini, Juara 1 Lomba Inovda Kategori Pendidikan

Dini Rosita Sari (36) raih juara 1 lomba Inovasi Daerah atau Inovda Kaltara tahun 2021 untuk kategori pendidikan.

HO/Dini
Dini Rosita Sari bersama siswanya seusai upacara bendera di SMAN1 Nunukan, belum lama ini. (HO/Dini) 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Dini Rosita Sari (36) raih juara 1 lomba Inovasi Daerah atau Inovda Kaltara tahun 2021 untuk kategori pendidikan.

Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Nunukan itu, berhasil meraih juara 1 dalam lomba Inovda yang diadakan oleh Bappeda dan Litbang Provinsi Kaltara, pada November lalu.

Sekadar diketahui, lomba Inovda ini merupakan ajang tahunan yang melombakan inovasi dari berbagai kategori.

Untuk tahun 2021 ini ada 4 kategori yang dilombakan yakni kesehatan, pertanian, ekonomi dan pendidikan di masa pandemi.

Wanita yang akrab disapa Dini itu mengatakan inovasi yang ia jadikan bahan lomba itu yakni Flipped English as a Foreign Language (EFL) Classroom.

Baca juga: Strategi Pembentukan Inovasi Daerah Paser, Pecepat Digitalisasi Sesuai Instruksi Presiden Jokowi

Baca juga: Prioritas Penguatan Kapasitas SDM di Malinau, Wabup Jakaria Beber Kaitan Program Inovasi Daerah

Baca juga: Perda RPJMD Malinau Ditetapkan 8 Oktober 2021, Kades Usulkan 5 Program Unggulan Inovasi Daerah

Itu merupakan metode pembelajaran bahasa Inggris untuk mengantisipasi Learning Loss di masa pandemi Covid-19.

"Inovasi yang saya ikutkan dalam lomba itu merupakan modifikasi dari metode flipped learning. Yang mana sebelum ke sekolah, anak sudah belajar teori secara mandiri dengan menonton video atau materi berupa audio," kata Dini kepada TribunKaltara.com, Senin (13/12/2021), pukul 12.00 Wita.

Lebih lanjut dia sampaikan, video ataupun materi berupa audio itu disiapkan oleh guru yang bersangkutan. Sehingga kata Dini, saat di kelas siswa lebih banyak melakukan praktik dibanding belajar teori.

"Tapi guru tetap fasilitasi ketika ada siswa yang bertanya soal teori yang mereka tidak paham. Saya mendesain aktivitas pra kelas ini dengan aktivitas yang beragam. Anak bisa baca artikel, menonton video, dan diselipkan game pembelajaran, dengan memanfaatkan learning manajemen system," ucapnya.

Tak hanya untuk mata pelajaran bahasa Inggris saja, desain aktivitas pra kelas ini bisa digunakan dalam oleh semua guru dari mata pelajaran lain.

Baca juga: Kaltim Dapat Indeks Inovasi Daerah 2020 5 Terbawah Dari Kemendagri, Ini Kata Sekprov

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved