Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Medco Perpanjang Kontrak Jargas di Tarakan hingga 2042, Perhari Alokasikan 2,3 MMSCFD Gas untuk PLN

Mulai 2022 mendatang, PT Medco E&P Tarakan kembali menerima perpanjangan kontrak dari pemerintah dalam rangka pengembangan jargas bumi di Kota Tarakan

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Ilustrasi meter jargas rumah tangga. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Mulai 2022 mendatang, PT Medco E&P Tarakan kembali menerima perpanjangan kontrak dari pemerintah dalam rangka pengembangan jargas bumi di Kota Tarakan.

Perpanjangan kontrak yang diberikan pemerintah ini berlaku selama 20 tahun atau sampai tahun 2042 mendatang.

Ini disampaikan Lead of PASEC & GS PT Medco E&P Tarakan, Zaid Thalib. Zaid, sapaan akrabnya membeberkan, sebenarnya dalam hal ini Medco sejak 2011 sudah mendapatkan tugas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mendukung program jargas bagi masyarakat Kota Tarakan.

“Di 2022 Medco menerima perpanjangan kontrak dari pemerintah untuk 20 tahun ke depan,” ujar Zaid. Saat ini lanjut Zaid, program pengembangan jargas masih berjalan dan sudah sampai pada empat tahap.

“Saat ini telah melayani 34.145 KK di 16 kelurahan sampai dengan perpanjangan kontrak tahun 2022 sampai tahun 2042 mendatang,” ujarnya.

Baca juga: Jargas Metana di TPA Manggar Balikpapan Diperluas, Bisa Dipakai Masak, Lebih Irit dari Elpiji

Baca juga: Pemkot Balikpapan Perluas Jargas Rumah Tangga di Lima Kecamatan

Baca juga: PGN Lakukan Mitigasi, Aliran Jargas ke Pelanggan Sempat Dihentikan Sementara Akibat Pipa Bocor

Ia membeberkan, sejak 2011 tercatat 3.366 KK yang teraliri jargas untuk tahap pertama. Selanjutnya di 2016, tahap kedua total 21.000 KK kembali mendapatkan realisasi pengaliran jargas.

“Tahap ketiga masuk di 2018 mendapat tambahan jatah 4.895 KK dan tahap keempat sekarang ini mendapat tambahan 5.084 KK,” ujarnya.

Selain jargas, Zaid juga mengungkapkan produksi rata-rata per 31 Oktober 2021 untuk minyak mencapai 984 barel oil per day (BPOD) dan gas 2,24 juta kaki kubik feed per hari (MMSCFD).

Diagram pengaliran minyak secara garis besar di-support dua stasiun yang ada di Tarakan. Yakni Stasiun M12 menuju stasiun M5.

“Jadi itu mengumpulkan minyak dari sumur sekitarnya menuju stasiun pengumpul utama (SPU) di Pamusian dan dikirimkan ke Terminal Lingkas Ujung. Selanjutnya di terminal Lingkas Ujung, dalam rentang waktu 25-30 hari akan dilakukan pengiriman minyak atau loading melalui kapal ke Pertamina RU 5 di Balikpapan,” beber Zaid dalam kegiatan Webinar Peran dan Dampak Positif Industri Hulu Migas Dalam Pembangunan Daerah di Tarakan dan Bangkanai, belum lama ini.

Baca juga: Jadi Pilot Project 4 Juta Jargas, Studi Kelayakan di Balikpapan Mulai 2021

Adapun diagram pengaliran gas secara keseluruhan lanjutnya, prosesnya sama dengan dua stasiun yakni dimulai dari stasiun M12 dan stasiun M5 kemudian dikirimkan ke stasiun G8.

“Lalu disalurkan rerata per hari saat ini untuk PLN 2,2 sampai 2,3 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan jargas untuk masyarakat per hari rate 0,3 MMCSFD,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved