Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha Tetap Untung meski Harga Domestic Market Obligation Batu Bara tak Naik

Pengusaha batu bara dinilai akan tetap mendapat keuntungan besar, meski harga Domestic Market Obligation

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, aktivitas pengangkutan batu bara. Harga batu bara DMO 70 dolar per ton, pengusaha tidak rugi, walaupun memang masing-masing wilayah punya tingkat kesulitan yang berbeda. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pengusaha batu bara dinilai akan tetap mendapat keuntungan besar, meski harga Domestic Market Obligation (DMO) untuk sektor kelistrikan tidak mengalami kenaikan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, harga DMO batu bara yang tetap dipatok 70 dolar AS per ton dan biaya produksi berkisar 39-45 dolar AS per ton.

Pengusaha mendapat untung sekitar 3,44 dolar AS miliar hingga 4,26 dolar AS miliar dengan asumsi kebutuhan DMO batu bara 137,5 juta ton per tahun pada 2021.

Keuntungan ini belum ditambah kenaikan margin yang diperoleh pengusaha seiring dengan meroketnya harga batu bara di pasar internasional yang tembus di atas 170 dolar AS per ton.

Baca juga: Rapat Komisi III DPRD Bontang Berlangsung Tegang, Tolak Rencana Muat Batu Baru di Pelabuhan Lok Tuan

Baca juga: Tambang Batu Bara Ilegal di Balikpapan Rusak Lingkungan, DLH Desak Pemodal Tanggungjawab

Baca juga: Diduga Selewengkan Izin, Tambang Batu Bara di Balikpapan Dipastikan Salahi Perda Rencana Tata Ruang

Dengan harga batu bara DMO 70 dolar per ton, pengusaha tidak rugi, walaupun memang masing-masing wilayah punya tingkat kesulitan yang berbeda.

"Harga 70 dolar AS per ton ini moderat teman-teman pengusaha tidak mengalami kerugian dan sesuai kemampuan PLN," kata Mamit, Senin (27/12/2021).

Mamit menjelaskan, jika pada tahun depan pemerintah memutuskan untuk melepas harga DMO, di mana harga batu bara acuan (HBA) pada 2022 dipatok 150 dolar AS per ton, maka pengusaha mengantongi untung 105-111 dolar AS per ton.

Dengan asumsi kebutuhan DMO batu bara 2022 sama dengan tahun ini 137,5 juta ton, maka windfall profit yang bisa diraup pengusaha berkisar 14,43-15,26 miliar dolar AS.

Baca juga: Akses Jalan Poros Bontang-Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, 1 Truk Angkutan Batu Bara Terbalik

Sementara di sisi lain, kenaikan harga DMO batu bara bakal mengakibatkan kenaikan biaya pokok produksi (BPP) listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Sehingga akan mendongkrak subsidi dan kompensasi yang harus ditanggung negara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved