Berita Viral

Cerita Satpam yang Tersambar Petir: Badan Semua Kaku, Ahli Sebut Bukan Ponsel dan HT Penyebabnya

Abdul Rosyid (35), seorang satpam yang tersambar petir saat sedang bekerja di perusahaannya di daerah Cilincing, Jakarta Utara menceritakan kisahnya.

kolase Instgaram kabar.jaktim
Viral detik-detik satpam tersambar petir saat hujan, sempat ada percikan api 

Mengutip Kompas.com, terkait dengan insiden tersebut, Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Dipl Ing Ir Reynaldo Zoro jelaskan asal mula dan penyebab sambaran petir tersebut terjadi.

Menurut Reynaldo, jika memang satpam tersebut membawa handy talky (HT), itu bukan jadi masalah.

Ponsel atau HT, kata Reynaldo, tidak menyebabkan seseorang tersambar petir.

Ini karena keduanya memiliki frekuensi yang berbeda.

"Mungkin itu mitos ya seolah frekuensi ponsel dan HT dengan petir itu nyambung, enggak ya."

"(Frekuensi) ponsel dan HT itu GHz (gigahertz), sedangkan petir maksimalnya hanya 100 MHz (megahertz), jadi tidak nyambung," kata Reynaldo, Minggu (26/12/2021).

Reynaldo jelaskan, petir hanya menyambar titik yang masuk dalam jarak sambarnya..

Apabila petir kecil, maka jarak sambarnya pun kecil.

Payung, Truk, Tiang jadi Penyebab

Menurut Reynaldo, payung yang digunakan satpam dinilai menjadi salah satu penyebab sambaran.

"Pemakaian payung menyebakan sasaran bertambah tinggi."

"Sehingga memungkinkan lebih mudah tersambar petir, karena lebih dekat ke lidah petir," jelas Reynaldo.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 16 Desember 2021, Waspada 16 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Selain payung, berdasarkan analisisnya, truk-truk besar di sekitar lokasi juga bisa menjadi titik sambar petir.

Apalagi di daerah pertambangan.

Reynaldo menyebut truk-truk tersebut merupakan easy target bagi petir, karena strukturnya yang tinggi dan besar.

Selain itu, adanya tiang di sekitar lokasi semakin menambah potensi sambaran petir pada satpam tersebut.

"Melihat ada tiang di samping belakang dan truk besar di depannya, yang bersangkutan ada di daerah sambaran petir," jelas dia.

"Sehingga final jump dari lidah petir lebih dekat ke yang bersangkutan dengan payungnya," terang Reynaldo. (*)

Berita Viral Lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved