Selasa, 14 April 2026

Berita Kukar Terkini

Penyaluran Bansos di Kukar Belum Maksimal, Manajemen BRI Angkat Bicara

Masih adanya bantuan sosial (Bansos) tahun 2021 yang belum terealisasi ke masyarakat mendapat sorotan dari Bupati Kutai Kartanegara.

Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Masih adanya bantuan sosial (Bansos) tahun 2021 yang belum terealisasi ke masyarakat mendapat sorotan dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar).

Oleh karena itu, pada Kamis (6/1/2022) pagi tadi, pemkab Kukar melalui Dinsos Kukar bersama pihak BRI melakukan rekonsiliasi perihal tindak lanjut dari arahan Bupati Kukar untuk segera menyalurkan bantuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Assisten Manager Mikro BRI, Tatak Ewo Mujiono menyampaikan bahwa sebenarnya penyaluran bantuan itu telah maksimal, tetapi pihaknya tak bisa menghindari kendala teknis di lapangan.

Contohnya seperti KPM yang telah meninggal dunia, memiliki taraf ekonomi yang telah meningkat.

Baca juga: Apakah Bansos BLT UMKM Diperpanjang? Inilah 4 Bantuan Sosial Dicairkan di 2022 dan Cara Mendapatkan

Baca juga: Sempat Tertunda Tiga Bulan, 1.627 KPM di Tarakan Terima Bantuan Sosial BNPT Hari Ini

Baca juga: Serahkan Bantuan Sosial, BEM Polnes Samarinda Kolaborasi dengan Kepolisian

Selain itu masalah tak mungkin bisa diselesaikan sampai 100 persen.

"Dengan kondisi seperti itu, bukan masalah dari bank penyalur atau dari Dinsos, tetapi kurangnya informasi yang diterima oleh pihak penerima bantuan," ujarnya.

Permasalahan ini kata dia, memang berada di lapangan, kemudian masalah lain yakni kondisi geografis Kukar yang begitu sangat luas.

Mengakibatkan banyak masyarakat yang berada di daerah pelosok kesulitan untuk mengambil uang yang telah masuk ke dalam rekeningnya.

"Apa lagi dengan kondisi alam dan cuaca saat ini menjadi kesulitan tersendiri bagi masyarakat," ucapnya.

Selain itu, ujar Tatak, masyarakat penerima dana bantuan bisa menarik uang itu di daerah yang memiliki agen BRILink di wilayah kecamatan tempat penerima bantuan itu bermukim.

Kata dia, tidak seluruh desa di daerah ini memiliki jaringan internet yang membuat penyaluran dana tak berjalan cepat dan merata.

Kalau di BRI itukan memang ada agen BRILink, sebetulnya memiliki jangkauan yang jauh, cuma area tertentu yang tak memiliki sinyal internet.

"Masyarakat harus ke daerah lain yang memiliki agen BRILink, dan terdekat dari wilayah bermukim mereka," jelasanya.

Pertemuan saat ini, ucap dia, yang dilakukan pihak BRI, Dinas Sosial, dan pendamping, intinya untuk melakukan sinergi dan membuat solusi bersama agar masalah di lapangan dapat teratasi.

Ia menambahkan, selain itu, pihak bank juga akan berkoordinasi dengan pihak desa di Kukar, untuk membantu progres di lapangan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved