Breaking News:

OTT KPK di PPU

Sempat Beri Dukungan di Musda DPD Kaltim, DPC Demokrat Bontang Sebut Kasus AGM Turunkan Citra Partai

Penetapan status tersangka Abdul Gafur Masud (AGM) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, begitu mengejutkan sejumlah pengurus Partai

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ilustrasi Sekretariat Partai Demoktrat DPC Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Penetapan status tersangka Abdul Gafur Masud (AGM) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, begitu mengejutkan sejumlah pengurus Partai Demokrat di tataran daerah, khususnya di Kalimantan Timur.

Pasalnya, Partai Demokrat yang menjadi kendaraan AGM menduduki jabatan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu tentunya mencoreng nama baik partai.

Terlebih, AGM merupakan sosok yang diunggulkan dalam kontestasi perebutan kursi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Kaltim.

Salah satu pengurus daerah, Hartono Kadrie Salam yang merupakan Ketua DPC Demokrat Bontang, mengaku tak mengira sosok AGM terseret dalam kasus korupsi yang terjaring dalam OTT KPK.

Kendati AGM merupakan sosok kader muda yang diunggulkan memiliki potensi membesarkan Demoktrat di Kaltim.

Baca juga: Soal Dugaan Setoran ke Elite Parpol dalam OTT Bupati PPU, KPK Sebut Itu Bisa Jadi Petunjuk

Baca juga: AGM Dicokok KPK, Muncul Calon Tunggal Ketua Demokrat Kaltim, Panitia Musda Enggan Komentar

Hartono pun secara gamblang mengaku jika dukungan DPC Bontang telah dijatuhkan ke AGM dalam kontestasi perebutan kursi Ketua di DPD Kaltim.

"Yah, memang Bontang dukung AGM. Tapi Ini kan prosesnya masih berlanjut. Kalau dari kasus tentu kita sesama kader pasti prihatin lah. Tapi kita percayakan saja ke KPK, apakah AGM benar terlibat atau tidak, kita lihat nanti," ungkap Hartono saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, Jumat (14/1/2022).

Kendati demikian, Hartono menegaskan jika Demokrat merupakan partai yang tidak bisa toleransi terhadap kasus korupsi.

Hal itu merupakan komitmen yang diwariskan oleh pimpinan partai sebelumnya. Kata dia, jika terdapat kader yang melakukan tindakan itu, maka partai pun tak akan membantu.

"Seperti kasus Andi Mallarangeng dulu kan. Demokrat komitmen antikorupsi. Jadi, semuanya tergantung hasil pemeriksaan bagaimana," jelasnya.

Dalam kasus korupsi yang melibatkan kader tentunya Ketua DPP punya langkah tegas.

Baca juga: Kadernya Kena Ciduk KPK, Pengurus DPP Demokrat Dukung Upaya KPK dalam Pemberantasan Korupsi

“Yah pasti. Karena Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kan dari militer. Beliau tidak segan-segan pecat kader yang korupsi. Tidak akan dibela,” ucapnya

Sebagai informasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Kaltim telah dihelat di Samarinda, Jumat (17/12/2021) lalu.

Dua nama calon Ketua DPD Demokrat Kaltim lolos mengikuti uji kelayakan di DPP Demokrat, yakni anggota Komisi V DPR RI, Irwan dan Abdul Gafur Masud. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved