Virus Corona
WHO Ingatkan Pemimpin Dunia, Pandemi Covid-19 Belum Selesai
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, memperingatkan para pemimpin global di seluruh dunia dalam menyikapi pandemi Covid-19,
TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, memperingatkan para pemimpin global di seluruh dunia dalam menyikapi pandemi Covid-19, terutama ada varian Omicron.
Menurut WHO, dengan penyebaran Omicron yang luar biasa secara global, varian baru kemungkinan akan muncul.
Karena itu, WHO ingatkan, sebabnya pelacakan dan penilaian tetap harus penting.
Melalui Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan, masih sangat prihatin dengan banyak negara yang memiliki tingkat vaksinasi rendah.
Baca juga: NEWS VIDEO Reaksi Jokowi karena Omicron Melonjak, Masyarakat Diimbau Terapkan Work From Home
Baca juga: Puncak Penularan Varian Omicron Februari, Pemerintah Akan Perketat Mobilisasi Masuk-Keluar Jakarta
Baca juga: Peringatan Menkes, Wilayah Anies Baswedan Jadi Medan Perang Pertama Lawan Covid Omicron di Indonesia
Karena orang-orang berkali-kali lebih berisiko terkena penyakit parah dan kematian jika mereka tidak divaksinasi.
Peningkatan penularan Omicron kemungkinan akan mendorong peningkatan rawat inap dan kematian.
Terutama di negara-negara di mana lebih sedikit orang yang divaksinasi.
Peningkatan eksponensial dalam kasus, terlepas dari tingkat keparahan varian individu.
Baca juga: 2 WNA Terpapar Covid-19 di Berau, Soal Kemungkinan akibat Varian Omicron, Satgas Kirim Sampel ke Lab
Dan tentu saja menyebabkan peningkatan rawat inap dan kematian yang tak terhindarkan.
Kepala WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan peringatan kepada para pemimpin dunia bahwa pandemi virus Corona "belum berakhir".
Dr Tedros juga menaruh perhatian terhadap asumsi soal varian Omicron yang sekarang dominan, yang diklaim lebih ringan.
Intervensi datang ketika beberapa negara Eropa mencatat rekor jumlah kasus baru.
Baca juga: Gelombang Ketiga Covid-19 Bakal Berfek Besar, Epidemiolog Ingatkan Masih Ada Omicron
Melansir BBC, Prancis melaporkan hampir setengah juta kasus harian baru pada hari Selasa (18/1/2022).
Untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi, lebih dari 100.000 infeksi baru tercatat di Jerman dalam waktu 24 jam pada hari Rabu (19/1/2022).
Berbicara dalam konferensi pers di markas besar WHO di Jenewa, Dr Tedros mengatakan kepada wartawan bahwa varian Omicron telah menyebabkan 18 juta infeksi baru di seluruh dunia selama seminggu terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/vaksinasi-covid-di-samarinda.jpg)