Kamis, 11 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

Evakuasi Keluarga Nyasar di Hutan Kukar karena Google Maps, Mobil Basarnas Nyaris Terbalik

Setelah mendapatkan laporan terkait adanya keluarga yang tersesat di hutan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
HO/Basarnas
Proses evakuasi mobil sedan dan penumpangnya yang tersesat di tengah hutan karena mengikuti google maps, Jumat (21/1/2022) lalu.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah mendapatkan laporan terkait adanya keluarga yang tersesat di hutan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kaltimtara melalui Unit Siaga SAR Samarinda langsung bergerak cepat merespon, Jumat (21/1/2022) lalu.

Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda menerangkan, jalur tersebut memang murni jalan hauling batu bara.

Oleh sebab itu, tidak akan bisa dilewati menggunakan mobil biasa selain mobil double gardan dengan ban off road.

"Mobil Rescue truck personil kami saja nyaris terbalik. Karena saat itu jalan sudah berlumpur, lembek dan masih terus hujan," kenangnya kepada TribunKaltim.co, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Satu Keluarga Tersesat di Hutan Usai Ikuti Petunjuk Google Maps, Mobil yang Digunakan Sampai Amblas

Baca juga: Kronologi Keluarga Asal Balikpapan Nyasar di Hutan Karena Google Maps, Dijemput Basarnas

Baca juga: Deretan Kasus Tersesat Karena Google Maps, Terbaru Sekeluarga di Samarinda Nyasar Masuk ke Hutan

Sementara itu, jelasnya, posisi mobil jenis sedan milik keluarga yang tersesat tersebut sudah terperosok cukup dalam di lumpur.

Oleh sebab itu, untuk memutar mobil harus dilakukan secara manual, termasuk truck rescue mereka.

"Jadi setelah 5 orang tersebut sudah kami amankan, mobilnya kami dorong keluar secara manual sampai ketemu jalan aspal," terangnya.

Karena syok, akhirnya keluarga ini tidak melanjutkan perjalanan dan pulang ke salah satu rumah keluarganya yang berada di kawasan Suryanata, Kota Samarinda.

Baca juga: Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara Dianggarkan Rp 3 M dari APBD, Menyasar Daerah Tertinggal

Di akhir, Dwi Adi Wibowo menegaskan bahwa jalur tersebut memang bukan jalan untuk perjalanan biasa.

"Sopir yang masuk ke sana juga harus memiliki skill driving off road," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved