Berita Nasional Terkini

Klarifikasi Boy Rafli Amar Soal Pesantren Terafiliasi Teroris, Paling Banyak ISIS

Klarifikasi Boy Rafli Amar soal pesantren terafiliasi teroris, paling banyak ISIS

Instagram @boyrafliamar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Boy Rafli Amar terkait 198 pesantren terafiliasi dengan terorisme menuai pro dan kontra.

Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kegaduhan dan membuat pesantren mendapat pandangan negatif.

Terbaru, Boy Rafli Amar memberi klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.

Boy meluruskan, yang dimaksud terafiliasi dengan teroris adalah oknum-oknum di pesantren.

Bukan, pesantren secara kelembagaan.

Boy Rafli Amar pun meminta maaf, usai menyebut 198 pondok pesantren terafiliasi kelompok teroris.

"Pertama, kita mengupayakan adanya kesamaan persepsi di antara perbedaan pendapat yang ada."

"Dan hari ini memang kami berinisiasi untuk kita berjumpa dengan MUI, dan telah berlangsung diskusi di antara kita," kata Boy Rafli di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Boy Rafli Amar: 198 Pesantren yang Terafiliasi Terorisme Tidak Mengenal Hubbul Wathon Minal Iman

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ketua MUI Prof Nur Ahmad, Kyai Kholil Nafis, dan Sekjen Amirsyah Tambunan.

Usai berdiskusi, Boy atas nama BNPT menyampaikan pemohonan maaf soal penyebutan pondok pesantren yang kurang tepat, yang ia nilai melukai pengelola pondok pesantren dan Umat Islam.

"Saya selaku Kepala BNPT menyampaikan juga permohonan maaf, karena memang penyebutan nama pondok pesantren ini diyakini memang melukai perasaan dari pengelola pondok, Umat Islam, yang tentunya bukan maksud daripada BNPT untuk itu," papar Boy.

Boy juga menjelaskan, penyebutan nama pondok pesantren itu tidak bermaksud menggeneralisir, demikian juga berkaitan dengan terafiliasi.

Terafiliasi di sini, kata Boy, dimaksudkan memang terkoneksi dan terhubung dengan kelompok terorisme.

"Jadi kami mengklarifikasi, meluruskan bahwa yang terkoneksi di sini adalah berkaitan dengan individu."

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved