Virus Corona di Balikpapan

Balikpapan Terapkan PTM 50 Persen untuk SMP, Kini 10 Sekolah di Kota Minyak Terpapar Covid-19

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mengizinkan pembelajaran PTM khusus untuk jenjang SMP.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan di satuan pendidikan SD, saat ini diputuskan dihentikan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mengizinkan pembelajaran PTM khusus untuk jenjang SMP.

Namun pelaksanaanya dengan pengaturan waktu dua kali sepekan, dengan kapasitas kelas yang dibatasi maksimal 50 persen.

“Tetapi bila di sekolahnya yang terkonfirmasi, meski sudah menerapkan 50 persen, tetap langsung libur (belajar daring),” ujar Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin, Selasa (8/2/2022).

Informasinta, kembali ada dua sekolah di Balikpapan yang menunda metode Pembelajaran Tatap Muka, setelah ditemukan adanya siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

Muhaimin menyebut dua sekolah itu sudah dialihkan sistem belajarnya menjadi daring, karena keduanya memang sekolah jenjang SD.

Baca juga: Gara-gara Zona Merah, Tabligh Akbar HUT ke-125 Kota Balikpapan Batal, Ini Kegiatan Pengganti

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud Aktifkan PPKM Mikro Hingga ke RT

Baca juga: 50 Persen Kasus Covid-19 di Balikpapan Disumbang Anak Usia Sekolah

"Karena sekolahnya SD, maka kita sudah melaksanakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” ujarnya, Senin 7 Februari 2022.

Hingga saat ini, jumlah sekolah di Balikpapan yang beralih untuk belajar daring karena adanya temuan kasus positif Covid-19 mencapai 10 sekolah.

“Rata-rata 1 siswa (setiap sekolah) yang terkonfirmasi positif. Jadi semuanya ada 10 siswa ditambah 1 guru,” ungkapnya.

Menurut Muhaimin, penularan pada anak dominan berasal dari klaster keluarga. Kebanyakan anak tertular dari orangtuanya yang baru datang dari luar kota. Atau orangtua yang pulang dari luar kota setelah mengikuti kegiatan.

“Tetapi alhamdulillah, semua yang di-tracing, orang-orang yang dekat dengan warga yang positif, oleh Dinas Kesehatan Balikpapan, semuanya negatif,” urainya.

Baca juga: ASN di Balikpapan Diminta Batasi Perjalanan Dinas, Terutama ke Tiga Daerah Ini

Namun demikian, sosok Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Balikpapan itu menyebut, Disdikbud tetap meliburkan sekolah jenjang SD.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus dan menunggu agar seluruh anak divaksin dulu sebelum kembali belajar di sekolah.

Disdikbud Balikpapan akan mengevaluasi kegiatan pembelajaran hingga tanggal 12 Februari mendatang.

Akan dilihar tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19, apakah menurun atau tidak. Disdiknid juga akan melihat edaran dari kementrian terkait status level PPKM.

"Kita lihat edaran dari kementerian ada perubahan atau tidak, serta kita lihat dari PPKM level 1 atau 2, maka kita tetap masih menggunakan pola yang sama,” urainya.

Baca juga: Tak Ada Omicron Masuk Kaltim, Kru Kapal di Balikpapan yang Terindikasi Covid-19 Tetap Dipantau

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved