Virus Corona

Pakar Epidemiologi Prediksi soal Momen Menurunnya Kasus Covid-19 Varian Omicron

Atas dasar itu, berbagai di daerah kemudian mulai lagi perketat protokol kesehatan, caranya ada yang tidak lagi menggelar pembelajaran tatap muka

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
ILUSTRASi Vaksinasi Covid-19 di kalangan pelajar. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kasus Covid-19 belakangan hari ini terus naik, meningkat jumlahnya. 

Atas dasar itu, berbagai di daerah kemudian mulai lagi perketat protokol kesehatan, caranya ada yang tidak lagi menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah.

Kasus Covid-19, meningkat tajam, patut diwaspadai oleh semua pihak, tanpa pandang usia dan jenis kelamin. 

Terlebih karena adanya Covid-19 varian Omicron yang lebih cepat menular.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bulungan, Ancaman Varian Omicron dan Rusunawa jadi Tempat Karantina

Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Omicron Meningkat, Pemerintah Belum Rencana Terapkan PPKM Darurat

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Varian Omicron, Muspida Paser Ikuti Pengarahan Presiden Jokowi

Kendati demikian, lonjakan kasus ini diperkirakan akan melandai di pertengahan bulan Maret.

Hal itu diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman.

"Potensi (lonjakan) ini berlangsung relatif singkat dibanding Delta. Pertengahan Maret sudah mulai melandai," kata Dicky saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (10/2/2022).

Dicky menambahkan, berlalunya masa lonjakan bukan berarti pandemi Covid-19 juga ikut berakhir.

Baca juga: Terjawab Sudah Apakah Virus Corona Sebenarnya Bisa Hilang atau Tidak, Ilmuwan Ungkap Solusi Terbaik

Dia menilai, dampak dari lonjakan kasus, yakni kematian akibat Omicron bisa saja masih terjadi hingga akhir bulan Maret.

"Dampak ikutan agak lama, misalnya kematian mungkin bisa akhir Maret masih ada," tutur dia.

Selain itu, Dicky juga mengingatkan soal potensi lonjakan kasus Omicron lebih tinggi dari Delta.

Dikatakannya, pemerintah perlu menguatkan mitigasi untuk menekan tren laju penularan.

Baca juga: Potensi Tsunami Covid-19, WHO Singgung Dugaan dari Varian Delta dan Omicron

Salah satunya, lebih meningkatkan testing sehingga semakin banyak kasus ditemukan dan ditangani.

"Omicron ini karena kecepatannya (penularan) , banyak pecah rekor dalam kasus infeksi, jauh lebih besar dari Delta."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved