Berita Nasional Terkini

Vonis Herry Wirawan yang Rudapaksa 13 Santriwati, Pertimbangan Hakim tak Jatuhi Hukuman Mati

Majelis hakim membacakan vonis terhadap Herry Wirawan yang rudapaksa 14 santriwati. Pertimbangan hakim tak jatuhi hukuman mati pada Herry Wirawan.

Tangkap Layar Kompas TV
Herry Wirawan, terdakwa rudapaksa 13 santriwati dalam sidang putusan, Selasa 15 Februari 2022. Inzet: Herry Wirawan. Majelis hakim membacakan vonis terhadap Herry Wirawan yang rudapaksa 14 santriwati. Pertimbangan hakim tak jatuhi hukuman mati pada Herry Wirawan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini, Selasa 15 Februari 2022,  Herry Wirawan, terdakwa kasus rudapaksa terhadap 13 santriwati, divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Herry Wirawan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, JPU menuntut Herry Wirawan dengan hukuman mati dan kebiri kimia.

Vonis Majelis Hakim terhadap Herry Wirawan ini dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Yohannes Purnomo Suryo. 

Tampak Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana juga hadir sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendengarkan putusan hakim terhadap Herry Wirawan.

Dalam vonisnya, majelis hakim menyatakan Herry Wirawan terbukti melakukan pemerkosaan pada 13 santriwati hingga sebagian korban melahirkan.

Jaksa Jelaskan soal Ekspresi Wajah Herry Wirawan Terdakwa Asusila Saat Dituntut Hukuman Mati

Menurut vonis Majelis Hakim yang dibacakan hakim Yohanes, Herry Wirawan terbukti secara dah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana persetubuhan terhadap lebih dari satu korban.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ujar hakim Yohanes saat membacakan vonis Majelis Hakim seperti dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel yang berjudul Apa Pertimbangan Hakim Tak Jatuhi Hukuman Mati kepada Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati?

Sebelum membacakan keterangan saksi maupun vonis, hakim membacakan pembelaan terdakwa.

Sebelumnya dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar Herry dihukum mati dan dikebiri kimia.

Selain itu, JPU Kejati Jabar menuntut Herry Wirawan dihukum mati, serta sejumlah hukuman tambahan yakni pidana tambahan pengumuman identitas dan kebiri kimia, hukuman denda Rp 500 juta dan restitusi kepada korban Rp 331 juta, pembubaran yayasan pesantren termasuk Madani Boarding School dan penyitaan aset dan barang bukti untuk dilelang.

Berdasarkan itu, terdakwa dan kuasa hukumnya menolak hukuman mati lantaran bertentangan dengam hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, terdakwa juga mengaku menyesal atas tindakan yang dilakukan.

“Berdasarkan pembelakaan terdakwa, hukuman mati bertentangan dengan HAM. Dan pada pokoknya, terdakwa menyesal atas kesalahan,” ujarnya.

Baca juga: Herry Wirawan Terdakwa Kasus Asusila Dituntut Hukuman Mati, Begini Respon Komnas HAM

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved